Jakarta, - Indonesia Network Election Survey (INES) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,3 persen menjelang dua tahun pemerintahan.
Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan mengatakan angka tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan terhadap masyarakat di 36 provinsi pada 8–20 September 2026.“Berdasarkan hasil survei Indonesia Network Election Survey, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo sebesar 79,3 persen,” kata Andri, Sabtu (26/9/2026).Dalam survei tersebut, sebanyak 17,4 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara 3,3 persen responden tidak memberikan jawaban.Selain tingkat kepuasan, INES mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Prabowo mencapai 82,1 persen. Sebanyak 16,5 persen responden menyatakan kurang atau tidak percaya, sedangkan 1,4 persen lainnya tidak menjawab.Meski tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo relatif tinggi, sektor ekonomi menjadi salah satu catatan dalam survei INES. Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah di sektor ekonomi tercatat 50,8 persen. Sementara 45,1 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas dan 4,1 persen tidak memberikan jawaban.Andri mengatakan persoalan kenaikan harga kebutuhan pokok dan kondisi sektor ekonomi yang dinilai masih lesu menjadi alasan utama munculnya ketidakpuasan masyarakat.“Hal ini akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan lesunya sektor ekonomi menjadi alasan utama,” ujarnya.Kondisi serupa terlihat dalam isu lapangan kerja. Sebanyak 50,7 persen responden menyatakan kurang puas terhadap penanganan sulitnya mencari pekerjaan. Sementara itu, 54,8 persen responden mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok.Di sisi lain, survei INES mencatat 78,2 persen responden mengapresiasi keberanian, ketegasan, serta kecepatan pemerintah dalam mengeksekusi sejumlah program yang disebut berpihak kepada masyarakat. Sebanyak 17,9 persen responden menyatakan kurang atau tidak puas, sedangkan 3,9 persen tidak memberikan jawaban.Dalam aspek politik nasional, sebanyak 78,3 persen responden menilai kondisi politik Indonesia berada dalam keadaan stabil dan baik. Sebanyak 18,6 persen menilai kondisi politik buruk dan tidak stabil, sedangkan 3,1 persen tidak memberikan penilaian.Untuk strategi diplomasi Presiden Prabowo, sebanyak 80,3 persen responden menyatakan puas dan percaya terhadap langkah pemerintah yang membawa agenda penguatan ekonomi Indonesia sebagai salah satu prioritas dalam berbagai lawatan luar negeri. Sebanyak 16,4 persen responden menyatakan tidak puas atau tidak percaya, sementara 3,3 persen tidak menjawab.Survei INES juga mengukur persepsi masyarakat terhadap sejumlah isu pemerintahan. Pada isu pemberantasan korupsi, sebanyak 78,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas. Sementara terkait kebebasan berpendapat, tingkat kepuasan responden mencapai 81,2 persen."Untuk penanganan kemiskinan, sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas dan cukup puas. Adapun terhadap program kesejahteraan sosial dan bantuan sosial (bansos), tingkat kepuasan mencapai 78,7 persen," ungkapnya.Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mendapatkan dukungan yang cukup tinggi berdasarkan survei INES. Sebanyak 78,2 persen responden menyatakan setuju agar program MBG dilanjutkan. Sebanyak 18,4 persen menyatakan tidak setuju, sedangkan 3,4 persen tidak memberikan jawaban.Menurut INES, tingginya dukungan tersebut menunjukkan program MBG mendapat respons positif dari masyarakat dan dinilai berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.Survei INES dilakukan pada 8–20 September 2026 di 36 provinsi dengan melibatkan 1.400 responden. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen."Hasil survei ini menggambarkan persepsi responden pada periode pelaksanaan survei dan tidak dengan sendirinya menjadi ukuran objektif atas seluruh kondisi pemerintahan," tutupnya.