Jakarta, - Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) buka suara merespons soal hasil survei Poltracking Indonesia yang mencatat elektabilitas partainya hanya 2,3 persen.
Walau tertinggal jauh dengan partai lainnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus menganggap hal ini sudah menjadi lumrah bagi banyak partai.
Beberapa partai bahkan sudah pernah mengalami hasil survei kecil pada masa lalu.
"Ya 2,3 persen banyak dialami oleh bahkan partai-partai parlemen pada masa-masa yang lalu itu ya kan, sehingga ini sebagai informasi lah ya bagi kami," kata Bestari saat dihubungi, pada Rabu (23/9).
Dia juga menyinggung pertemuannya dengan Dewan Pembina PSI sekaligus mantan Presiden RI Joko Widodo, bahwa Jokowi disebutnya banyak mendapat hasil survei elektabilitas partai, tidak hanya dari Poltracking Indonesia.
"Walaupun sebetulnya dari beberapa pertemuan saya dengan Pak Jokowi, Pak Jokowi itu mendapat update dari banyak survei dan hasilnya memang macam-macam," ujarnya.
Menurutnya, hasil survei elektabilitas ini dijadikan sebagai masukan. Sebab, ia anggap metode dari berbagai lembaga survei dapat berbeda yang menimbulkan hasil yang berbeda pula.
"Kita punya ukuran-ukuran yang kita lakukan sendiri yang mungkin mohon maaf belum dapat kami publish gitu ya yang kami yakini bahwa apa yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei memang punya metode yang berbeda sehingga pada hari ini gitu kami anggap sebagai masukan gitu," katanya.
Walau demikian, ketika ditanya apakah PSI optimis angka survei ini bakalan naik ke depannya, Bestari menjawab tetap optimis.
"Kalau ditanya tentang optimisme, sampai hari ini kami optimis," ucap Bestari.
Sementara itu, lembaga Poltracking Indonesia periode 14-20 Agustus merekam elektabilitas partai politik di Indonesia.
Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi se-Indonesia.
Hasilnya, Partai Gerindra memimpin dengan elektabilitas sekitar 23,2 persen. Disusul PDI-P dengan perolehan 11,6 persen.
Di posisi selanjutnya, ada dua partai politik yang merengkuh elektabilitas sekitar 6 persen, yakni, PKB sebesar 6,2 persen dan Partai Demokrat di angka 6,1 persen.
Kemudian, Partai NasDem dengan elektabilitas sebesar 4,4 persen. Diikuti PAN dan PKS meraih elektabilitas di angka sekitar 3 persen. Masing-masing secara berurutan, PAN sebesar 3,4 persen dan PKS di angka 3,3 persen.
Sementara itu PSI hanya meraih 2,3 persen elektabilitas dan PPP sebesar 1,9 persen.