Jakarta, - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang akan menggelar Nakerfest 2026 pada 24-25 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Graha Faletehan, Kabupaten Serang, Banten, itu menjadi wadah bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Serang Dedi Rosahudin mengatakan, lebih dari 1.000 lowongan kerja tersedia dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, jumlah pencari kerja yang ditargetkan mengikuti Nakerfest mencapai sekitar 3.000 peserta.
“Harapan kami kegiatan Nakerfest ini antara pencari kerja dengan perusahaan bisa saling melengkapi. Kami dari Disnaker memfasilitasi dan menjembatani, baik secara offline maupun online,” ujar Dedi, Senin (21/9/2026).
Ia mengatakan, sekitar 40 perusahaan akan berpartisipasi dalam Nakerfest 2026. Perusahaan tersebut terdiri dari perusahaan dalam negeri maupun perusahaan asing.
“Perusahaan yang tergabung ada sekitar 40 perusahaan. Untuk detail jumlah lowongan nanti akan disampaikan pada hari H oleh ketua panitia,” kata Dedi.
Menurutnya, pendaftaran bagi pencari kerja hingga saat ini masih dibuka sehingga masyarakat yang berminat masih memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Pendaftaran masih dibuka. Kesempatannya masih ada,” ujarnya.
Dedi menjelaskan, Nakerfest pada prinsipnya diperuntukkan bagi pencari kerja di Kabupaten Serang. Namun, pihaknya tetap akan mengakomodasi pencari kerja dari luar daerah yang datang untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Namanya pengunjung, kalau ada yang dari luar tetap kita akomodir. Masa kita tolak. Tetapi tentu pencari kerja dari Kabupaten Serang menjadi perhatian kita,” katanya.
Ia berharap Nakerfest dapat berlangsung kondusif sekaligus mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kompetensi para pencari kerja.
Kompetensi dan kriteria yang dibutuhkan masing-masing perusahaan juga akan diinformasikan kepada peserta. Pencari kerja dapat melihat informasi tersebut melalui materi yang disediakan panitia, termasuk barcode.
“Harapannya bisa berjalan kondusif antara pencari kerja dengan perusahaan sehingga bisa bersinergi. Kompetensi yang dibutuhkan perusahaan juga sudah dicantumkan, nanti pencari kerja bisa melihat kriterianya melalui informasi maupun barcode yang disediakan,” pungkasnya.*