Heboh Pengusaha RI Diduga Pakai $10 Ribu Palsu di Kasino Singapura

Jakarta, - Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, seorang pengusaha Indonesia membantu penyelidikan di Singapura terkait dugaan penggunaan uang kertas palsu senilai Sing $10 ribu di kasino Resorts World Sentosa (RWS).

Total 34 lembar uang kertas palsu diduga digunakan oleh pengusaha yang teridentifikasi sebagai Steven, selama tiga kunjungan ke kasino pada Juni, mengutip Straits Times, Minggu (20/9).

ST memahami bahwa uang kertas tersebut diterima dan ditukar dengan chip kasino sebelum terdeteksi sebagai uang palsu.

Pengacara pengusaha tersebut yang berbasis di Jakarta, Yosia Ginting, mengatakan kepada ST pada 17 September bahwa kliennya adalah korban penipuan dan tidak mengetahui bahwa uang kertas tersebut palsu.

Menurut pengacara, Steven mengatakan bahwa uang kertas dolar Singapura itu diberikan kepadanya sebagai pembayaran untuk sebuah ruko yang sedang ia jual di Tangerang Selatan.

Kepala Kepolisian Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo Boy Jumalolo, mengatakan kepada ST bahwa mereka mengadakan pertemuan melalui aplikasi Zoom pada 14 September dengan perwakilan Kepolisian Singapura (SPF), termasuk atase SPF di Jakarta.

"Pada pertemuan itu, kami meminta SPF untuk mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa 34 lembar uang kertas pecahan Sing $10.000 dari tahun 1973 yang telah disita adalah uang palsu."

"Hingga saat ini, penyidik Indonesia baru menerima salinan tanda terima penyitaan yang menyebutkan bahwa barang-barang tersebut `diyakini tidak asli`," kata Boy.

Dia menambahkan bahwa penyidik Indonesia saat ini sedang memanggil para saksi.

Seorang juru bicara SPF membenarkan bahwa laporan telah diajukan dan mengatakan bahwa investigasi sedang berlangsung.

Yosia mengatakan kliennya menerima catatan tersebut dari seorang pria bernama Anthony, yang dikenalkan oleh salah satu teman Steven, yang hanya diidentifikasi sebagai Rangga.

Pada pertemuan tanggal 8 Juni di sebuah kafe di Jakarta, Anthony memberinya selembar uang kertas senilai Sing $10 ribu dengan alasan ingin menukarkan uang tersebut karena sudah kedaluwarsa.

Yosia mengatakan Rangga meyakinkan Steven, dengan mengatakan bahwa uang kertas itu telah diperiksa di cabang OCBC di Indonesia dan dinyatakan asli.

Steven terbang ke Singapura keesokan harinya, di mana seorang penukar uang menolak untuk menerima uang kertas itu karena jumlahnya terlalu besar.

Yosia mengatakan kliennya mengunjungi bank tetapi diberitahu bahwa dia harus membuka rekening untuk menukar uang kertas tersebut dengan pecahan yang lebih kecil, tetapi dia tidak dapat melakukan hal itu.

Saat berkunjung ke RWS, Yosia diperkenalkan kepada seorang petugas VIP yang menyarankan agar ia menukarkan uang kertas tersebut di kasino. Uang kertas itu kemudian diduga diverifikasi dan ditukar dengan chip kasino.