Jakarta, - Alhamdulillah Purbaya diselamatkan Allah dari berbagai ancaman baik di dunia dan akherat. Itulah hikmah yang ada di belakang pencopotannya dari jabatan menteri keuangan.
Buat koruptor dan pengemplang pajak, mungkin ini suatu kemenangan, tetapi buat Purbaya ini suatu yang sangat baik. Sebagai manusia biasa tentu ada rasa jengkel atau kesal, tapi itu tidaklah sebanding dengan kebaikan setelahnya.
Purbaya menteri andalan Prabowo dijadikan tumbal, ini merupakan tanda kekalahan Prabowo melawan koruptor dan para pengemplang pajak. Sejak awal banyak menteri dan orang dekat istana serta perusahaan baja milik Cina menjadi menjadi gerah akibat terkena sasaran kebijakan Purbaya di dalam menggali pendapatan negara.
Para pengusaha kakap dan ternaknya yang berada di dalam kabinet dan di daerah akan gelisah. Karena sedikit banyak rejekinya terpangkas, mereka ini dapat dipastikan tidak senang dengan kebijakan Purbaya.
Dilain pihak para kepala daerah baik di provinsi maupun kabupaten kota, yang doyan bunga uang di bank, dikontrol ketat, sehingga seluruh dana anggaran harus dicairkan untuk membantu perputaran roda ekonomi di daerah.
Begitu juga tersiar kabar bahwa Danantara, Perusahaan raksasa pemerintah justru enggan membayarkan kewajibannya ke kas negara. Paradoks pengelolaan uang negara oleh pejabat negara, dimana tujuan akhir pengelolaan uang ini adalah kesejahteraan rakyat tidak tersentuh.
Alasan pencopotan Purbaya oleh presiden Prabowo, kemudian diganti oleh wamen keuangan seorang loyalis Jokowi, tentu saja menjadi perdebatan nasional. Mungkin ada pengaruh RRC, AS atau Singapura dalam hal ini, mungkin juga pengaruh londo ireng disekitar Prabowo atau mungkin ini tekanan dari geng Solo, yang pasti hanya Prabowo yang tahu persis alasannya.
Banyak suara bersahutan di media sosial, mengapa bukan menteri yang tidak becus bekerja dan menteri terindikasi koruptor yang dicopot, justru menteri yang menjadi andalan Prabowo dan rakyat yang dicopot, itu juga jawabannya ada di Prabowo sendiri.
Secara umum, peta politik dalam negeri memperlihatkan bahwa geng Solo sementara ini masih kuat dan masih dapat menekan Prabowo. Prabowo dinilai tidak serius dengan program bersih-bersih korupsi.
Sampai tahun kedua masa kepresidenan Prabowo masih belum terlihat niat dan keberaniannya dalam memperbaiki para pembantunya yang tidak bekerja untuk Prabowo.
Geng Solo secara terang-terangan sudah muncul ke permukaan untuk menjatuhkan Prabowo dari kursi kepresidenan, kelompok kritis sudah berulang mengingatkan bahaya geng Solo ini, akan tetapi Prabowo yang sudah nyaman dipelukan termul, belum terlihat ada keinginan atau tindakan restorasinya.
Jika melihat fisik dan riwayat kesehatan Prabowo, sangat dikuatirkan Prabowo tidak dapat melanjutkan ke periode kedua. Jika dilihat upaya geng Solo, bahkan diperkirakan Prabowo tidak akan selesai sampai tahun 2029, mengerikan memang.
Sampai sekarang belum ada pemimpin kuat yang tampil ke permukaan, konsisi ini lebih mengkuatirkan, geng Solo tentu akan sekuat tenaga berupaya agar Gibran jadi presiden.
Purbaya telah dijatuhkan, muncul Suahasil ahli ekonomi jebolan UI yang disambut gembira oleh banyak orang terutama koruptor dan pengemplang pajak. Akan tetapi pengaruhnya terhadap parameter ekonomi belum jelas.
Rakyat masih terkesima dan kaget atas keputusan Prabowo ini, tetapi semua ini memang hak prerogative ybs sebagai presiden.