Ketua Komisi V DPR, Lasarus menilai sejumlah kecelakaan tersebut telah menimbulkan banyak pertanyaan sehingga harus dibahas komprehensif dan menyeluruh.
"Oleh karena begitu rumit pertanyaan yang banyak terkait dengan kecelakaan ini, maka kami mungkin komisi akan membentuk panja ya," kata Lasarus di kompleks parlemen, Selasa (15/9).
Politikus PDIP ini menyebut sejumlah kasus kecelakaan kapal belakangan ini juga tak lepas dari lemahnya pengawasan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla). Sebab faktanya, pengawasan tak benar-benar memastikan kapal bisa berlayar.
Menurut Lasarus, Panja akan memastikan investigasi menyeluruh terhadap rentetan kasus kecelakaan kapal dalam setahun terakhir.
"Karena panja ruang gerak kami lebih dalam untuk bisa mendalami, dan panja juga harus punya rekomendasi nanti," jelasnya.
Data Mahkamah Pelayaran Kementerian Perhubungan yang mencatat 111 insiden kecelakaan kapal sepanjang periode 2020-2026.
Teranyar, KM Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumpang hilang kontak di Perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Dari total penumpang, sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
Nantinya, lanjut Lasarus, panja juga bisa memberikan rekomendasi jika hasil investigasi menemukan unsur pidana dalam sejumlah kecelakaan tersebut. Jika demikian, pihaknya akan meminta aparat mengusut dan mendalaminya hingga tuntas.
"Saya bilang kalau kita ga masuk tindak pidana tapi kalo misalnya panja nanti misalnya merekomendasikan ada tindak pidana, ada pelanggaran pidana, tentu kami akan merekomendasikan supaya diusut juga dari sisi pidananya," katanya.
Dalam waktu dekat, Lasarus menegaskan pihaknya juga akan segera memanggil Kementerian Perhubungan, untuk mendalami hal itu. Pihaknya akan mencecar alasan di balik sejumlah kecelakaan kapal baru-baru ini.
"Pasti, kalau ini emang pasti ini bukan kita panggil lagi, kita akan preteli ini," katanya.