IHSG Diproyeksi Masih Melemah Meski Menkeu Baru Diganti

Jakarta, - Pada perdagangan hari ini, Selasa 15 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berisiko melanjutkan koreksi dalam jangka pendek, dengan skenario terburuk menunjukkan potensi pelemahan lebih lanjut.

"Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave iv dari wave (c) pada label hitam, sehingga masih rawan menguji kembali area 6.290-6.370," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.279, 6.201 dan resistance 6.585, 6.633 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni MEDC, RAJA, SSMS, dan AVIA.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih berisiko melanjutkan tren penurunan setelah gagal bertahan di atas garis SMA-20 pada perdagangan kemarin. Namun, peluang rebound tetap terbuka jika indeks mampu bertahan di atas area support.

"Penurunan IHSG berpotensi menguji support klaster Fibonacci di 6.290 sekaligus garis SMA-60. Rebound berpeluang terjadi jika penutupan harian IHSG masih berada di atas kedua support tersebut," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 6.370, 6.290, dan 6.179 dan resistance 6.752, 6.835, 6.916, dan 7.071 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADMR, DEWA, dan ICBP.

IHSG ditutup di level 6.534 pada perdagangan Senin (14/9) sore. Indeks saham melemah 6,68 poin atau turun 0,1 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp17,91 triliun dengan volume perdagangan sekitar 34,9 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,11 juta kali.