Ada Sektor Telekomunikasi-Energi, Ini Rekomendasi Saham Cuan Pekan Ini

Jakarta, - Pada penutupan perdagangan hari Jumat 11 September 2026 lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 47,96 poin atau minus 0,73 persen di level 6.541.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp14,73 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,46 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah selama empat hari. Sementara di satu hari sisanya menguat. Tidak heran, performa indeks tercatat melemah 1,43 persen sepanjang pekan kemarin.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Elsierra Putri Yosita mengatakan selama periode tanggal 7 sampai dengan 11 September 2026 perdagangan saham ditutup pada zona negatif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 1,32 persen dari Rp11.599 triliun menjadi Rp11.446 triliun pada pekan lalu. Senada, rata-rata volume transaksi harian turut mengalami penurunan sebesar 26,34 persen dari 48,99 miliar menjadi 36,09 miliar lembar saham.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian juga menurun sebesar 14,88 persen dari Rp19,22 triliun menjadi Rp16,36 triliun.

Lalu, rata-rata frekuensi transaksi harian turut menurun 7,07 persen dari 2,39 juta kali transaksi menjadi 2,22 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp690,19 triliun dan sepanjang tahun 2026 investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp71,415 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (11/9).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham berpotensi mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini, Senin (14/9). Ia memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang support 6.478 dan resistance 6.600.

Oktavianus mengatakan pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, terutama perkembangan inflasi Amerika Serikat (AS) dan harga minyak mentah.

"Pasca rilis data inflasi AS yang belum menunjukkan relaksasi per Agustus 2026, peluang The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September 2026 meningkat menjadi 87 persen. Hal ini akan cenderung direspons negatif oleh pasar," kata Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (13/9).

Selain itu, pasar akan mencermati koreksi harga minyak mentah di tengah rencana pertemuan Iran dengan negara-negara Teluk di Oman untuk membahas pengaturan sementara pengiriman melalui Selat Hormuz.

Meski harga minyak telah terkoreksi, levelnya saat ini masih tergolong tinggi dan berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi apabila bertahan dalam waktu lebih lama.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Indosat Tbk atau ISAT yang ditutup menguat 1,25 persen ke posisi 2.430 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ISAT dapat menyentuh level 2.720 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk atau BULL yang ditutup menguat 1,42 persen ke posisi 429 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BULL dapat menyentuh level 478 pada pekan ini.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat pada perdagangan sepekan ke depan, meski dengan kecenderungan terbatas. Dia memperkirakan indeks saham bergerak dengan level support 6.440 dan resistance 6.623.

Dari sisi sentimen, investor akan mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terkait arah suku bunga The Fed. Sikap bank sentral AS tersebut diperkirakan masih cenderung hawkish setelah adanya kenaikan harga energi serta rilis data Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI).

"Untuk sepekan ke depan, IHSG berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas. Sentimen utama yang akan dicermati adalah FOMC Meeting terkait suku bunga The Fed yang masih cenderung hawkish setelah kenaikan harga energi dan rilis PPI-CPI," kata Herditya.

Selain kebijakan The Fed, investor juga akan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Arus dana asing atau foreign flow di pasar saham Indonesia juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah pergerakan IHSG.

Dia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk atau ADMR yang ditutup di level 1.600 pada pekan lalu. Ia memproyeksi ADMR dapat menyentuh level 1.765 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk atau INET yang ditutup di level 344 pada pekan lalu. Ia memproyeksi INET dapat menyentuh level 400 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Trimegah Bangun Persana Tbk atau NCKL yang ditutup di level 940 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan NCKL dapat menyentuh level 1.060 pada pekan ini.