Presiden Dikelilingi Penjilat, Uang Negara Habis untuk Program Politik

Jakarta, - Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto ikut buka suara menyoroti bahaya kekuasaan ketika seorang presiden dikelilingi orang-orang yang lebih mengedepankan kepentingan politik daripada memberikan kritik dan masukan secara objektif.

Kata dia, kondisi tersebut dapat membuat kebijakan pemerintah semakin jauh dari kepentingan rakyat.

Dia menilai, uang negara berpotensi digunakan untuk membiayai program yang memiliki kepentingan politik, tetapi dikemas dengan narasi sebagai program untuk kepentingan masyarakat.

“Ketika presiden dikelilingi oleh penjilat, uang negara dihamburkan untuk program-program politik berkedok kepentingan rakyat,” kata Gigin Praginanto di akun X (Twitter), Sabtu (12/9/2026).

Gigin juga menyoroti persoalan pengelolaan kekayaan alam dan konflik agraria yang menurutnya tidak dapat dipisahkan dari kualitas tata kelola pemerintahan.

Di tengah berbagai program pembangunan, dia mengingatkan masih terdapat persoalan serius berupa kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam serta perampasan tanah yang berdampak terhadap masyarakat.

“Para penggarong kekayaan alam bebas merusak lingkungan dan merampasi tanah rakyat,” ujarnya.

Gigin menilai, kritik terhadap pemerintah diperlukan agar kekuasaan tidak berjalan tanpa kontrol.

Lingkaran kekuasaan yang hanya diisi orang-orang yang selalu membenarkan keputusan presiden, menurutnya, justru dapat membuat berbagai persoalan di lapangan tidak tersampaikan secara utuh kepada pengambil keputusan.

Karena itu, dia mendorong agar pemerintah membuka ruang lebih luas bagi kritik publik, termasuk dari kelompok masyarakat yang terdampak langsung kebijakan pembangunan.

Menurut Gigin, keberpihakan kepada rakyat tidak cukup ditunjukkan melalui narasi dan program yang diklaim pro-rakyat.

Kebijakan tersebut harus dapat diuji dari penggunaan anggaran negara, dampaknya terhadap masyarakat, serta konsekuensinya terhadap lingkungan dan penguasaan sumber daya alam.