[INTRO]
Kasus dugaan keracunan massal setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus diselidiki polisi. Jumlah korban dilaporkan mencapai 401 orang dari empat sekolah dan satu posyandu.
Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadian Widya Wiratama mengatakan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk siswa dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu MBG. "Saksi dari siswa dan SPPG yang telah kita periksa. Kita sampaikan nanti informasi yang lebih lanjut. Kita masih proses penyelidikan," kata Dika, Sabtu (12/9) sebagaimana dikutip Detik.
Polisi juga mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Selain itu, penyidik mengamankan sampel sisa muntahan korban sebagai bagian dari proses penyelidikan. "Kita juga sudah ambil sampel makanan dan sisa muntahan dari para siswa untuk dilakukan uji labfor," ujarnya.
Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian serta memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran dalam penyediaan makanan MBG.
Jumlah korban sendiri meningkat signifikan. Pada awal kejadian, tercatat 259 orang mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG. Angka tersebut kemudian bertambah menjadi 401 orang pada Jumat (11/9). Para korban berasal dari empat sekolah dan satu posyandu di wilayah Kecamatan Gembong. Dari jumlah tersebut, 48 orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 319 orang menjalani rawat jalan. Sebagian korban lainnya dilaporkan telah membaik setelah mendapatkan pengobatan.
Kasus ini kembali menyoroti aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Pemeriksaan terhadap SPPG dan pengujian sampel makanan menjadi penting untuk memastikan apakah dugaan keracunan berkaitan dengan kualitas bahan pangan, proses pengolahan, distribusi, maupun penyimpanan makanan sebelum dikonsumsi. Polisi menegaskan penyelidikan masih berjalan dan belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.