[INTRO]
Tim SAR gabungan memperluas pencarian delapan orang yang hilang dari kapal cepat Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda. Pada hari keempat operasi SAR, Jumat (11/9/2026), pencarian dilakukan hingga ke daratan sejumlah pulau di sekitar kawasan tersebut.Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal. Lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis freelance.Sementara tiga awak kapal yang hilang adalah Warta (55) selaku kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau pada hari keempat pencarian memungkinkan tim SAR mendekati sejumlah pulau.KN SAR Tetuka bersama RIB 02 Banten dan RIB 02 Lampung kemudian melakukan penyisiran di Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang. Personel SAR tidak hanya menyisir perairan, tetapi juga turun ke daratan untuk mencari kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan korban.“Teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan bisa naik ke daratan untuk melakukan pencarian,” kata Al Amrad.Penyisiran di tiga pulau tersebut berlangsung sekitar tiga jam. KN SAR Tetuka memberikan dukungan kepada RIB 02 Banten dan RIB 02 Lampung selama proses pencarian.Menurut Al Amrad, RIB 02 Lampung kemudian kembali ke Sangiang, sedangkan RIB 02 Banten kembali ke Dermaga Marina. Adapun KN SAR Tetuka kembali ke Dermaga Ciwandan.Pencarian Dibagi Empat SektorSebelum operasi dimulai, Basarnas berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan pembagian sektor pencarian sekaligus memperhitungkan kondisi cuaca.Berdasarkan informasi BMKG, ketinggian gelombang di sekitar area pencarian berkisar 0,5 hingga 2 meter. Angin bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 10-20 knot.Pencarian kemudian dibagi ke dalam sejumlah sektor. Di sektor A, operasi melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Paot yang menyisir wilayah sekitar Teluk Lampung hingga Pulau Legundi.KAL Paot juga berkomunikasi dengan kapal-kapal nelayan yang ditemui untuk menyampaikan informasi mengenai operasi pencarian.Di sektor B, pencarian melibatkan KAL Anyar, KRI Lodyar, serta unsur tambahan Rigid Inflatable Boat (RIB) Gunung Sari. KRI Lodyar masih dalam perjalanan menuju titik aman untuk lego jangkar sebelum melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.Sementara itu, sektor C melibatkan KN SAR Basudewa Lampung dan RIB 02 Lampung. KN SAR Basudewa menyisir wilayah barat laut Lampung, sedangkan RIB 02 Lampung bergerak di sekitar Pulau Sangiang, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata.Adapun sektor D melibatkan unsur KAL dan KP yang bergerak dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, menuju area pencarian.Helikopter Sisir Lokasi Terakhir KapalPencarian juga dilakukan melalui udara menggunakan helikopter HR-3604. Helikopter tersebut menyisir wilayah sekitar lokasi terakhir kapal dilaporkan atau Last Known Position (LKP) serta titik dugaan hilang kontak.“HR-3604 melakukan pencarian kurang lebih sekitar satu jam penyisiran di wilayah sekitar LKP dan titik duga hilang lost contact-nya boat-boat tersebut,” ujar Al Amrad.Helikopter HR-3604 kemudian mendarat sekitar pukul 17.00 WIB. Seluruh unsur SAR gabungan yang bertugas pada hari keempat telah menyelesaikan pencarian dan kembali menuju posko atau titik aman masing-masing.Aktivitas Gunung Anak Krakatau DipantauSelain kondisi cuaca, Basarnas juga berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau selama operasi pencarian.Al Amrad mengatakan hingga sore hari tidak terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut turut mendukung pelaksanaan pencarian oleh tim SAR gabungan.“Hingga sore ini tidak terjadi erupsi Anak Krakatau. Alhamdulillah sampai sore ini tim SAR gabungan dari Polri, Basarnas dan SAR Lampung berjalan dengan lancar dan aman,” katanya.Dengan kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang mendukung, tim SAR dapat melakukan pencarian lebih dekat ke sejumlah pulau di sekitar lokasi kejadian.Operasi SAR akan dilanjutkan pada hari kelima dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca, ketinggian gelombang laut, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau.