Kematian dr.Alex Cristo Loris Kuasa Hukum Meminta Kapolri Turun Tangan

-  

Misteri kematian dokter spesialis kandungan dr Alex Cristo Loris Situmorang yang ditemukan meninggal dunia di dekat pagar RSUD Tengku Rafian, Siak, pada 14 Juli 2026 masih menyisakan banyak tanda tanya. Meskipun sudah lama tapi terakhir muncul di media untuk dinaikan kembali ke masyarakat karena terasa masih menyisakan tanda tanya buat masyarakat karena masih teralu cepat diputuskan penyebab kematian seorang dokter muda yang sedang belajar Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Menurut AB Purba pihaknya sudah ke Polres Siak tapi tak ada jumpa Kapolres dan Kasat, tapi ketemu Kanit Res. Sementara menurut Freddy Simanjuntak kasus kematian dr Alex ada dugaan kuat perencanaan pembunuhan, Kapolri agar perintahkan Polda Riau tangkap pelaku pembunuhan dr Alex. Polda Riau agar ambil alih penyelidikan dan penyidikan kasus kematian dr Alex.

Kasus Kematian dr. Alex Cristo Loris (PPDS Anestesi) di Siak, Riau

Kronologi Singkat
Korban: dr. Alex Cristo Loris (30), dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Lokasi: Ditemukan meninggal di semak-semak samping pagar RSUD Tengku Rafian, Siak, Riau.

Waktu penemuan: Juli 2026 (hilang sekitar 16 jam sebelum ditemukan).

Hasil Penyelidikan Polisi
Polres Siak menyimpulkan kematian akibat bunuh diri.

Korban diduga menggunakan suntikan obat rocuronium (obat pelemas otot yang digunakan dalam anestesi).

 

 

Kutipan Pernyataan (dari Istri dr. Alex, didampingi dr. AB. Purba) disampaikan :
"Terkait di ujung jarum suntik ada DNA almarhum. Apakah memang dr. Alex yang menyuntik dirinya sendiri atau ada orang lain? Apakah di jarum suntik itu ada sidik jari almarhum atau ada sidik jari orang lain? Pihak kepolisian menyampaikan belum memeriksanya. Kami meminta itu diperiksa, bisa jadi ada orang yang menyuntik."
— dr. Juliati Marbun (istri korban), didampingi dr. AB. Purba

"Dalam waktu sesingkat itu (60-90 detik), pasien tidak mampu untuk menyimpan dan menutup jarum suntik ke dalam tas. Padahal di TKP jarum suntik tertutup rapat, bagus dan tersimpan dalam tas dan kancing tas tertutup."
— dr. Juliati Marbun, didampingi dr. AB. Purba

 

Pernyataan-Pernyataan Penting dr. AB. Purba
1. Pendampingan Hukum kepada Keluarga
LBH Horas IKBR resmi memberikan pendampingan hukum kepada keluarga dr. Alex Cristo Loris sejak awal kasus ini terungkap.

Tujuannya: mengawal pengungkapan kasus dan memastikan penyelidikan berjalan transparan.

2. Menolak Hasil Autopsi Polisi
Dalam konferensi pers bersama keluarga (dirilis awal Agustus 2026), dr. AB. Purba menyampaikan:

Keluarga tidak menerima hasil autopsi yang menyimpulkan dr. Alex bunuh diri.

Ada banyak kejanggalan yang belum dijelaskan secara tuntas oleh kepolisian.

Keluarga berencana menghadirkan ahli forensik independen dari Sumatera Utara untuk gelar perkara di Polda Riau.

"Kami tidak menerima hasil autopsi karena ada kejanggalan yang ditemukan pada jenazah dokter Alex."

 

3. Mendesak Polda Riau Ambil Alih Kasus
LBH Horas IKBR mendesak Polda Riau untuk mengambil alih penyelidikan dari Polres Siak.

Alasannya: kasus ini dinilai terlalu kompleks dan memerlukan investigasi lebih mendalam.

4. Meminta Kapolri Turun Tangan
dr. AB. Purba secara publik memohon kepada Kapolri untuk turun tangan mengungkap kasus ini.

Penyelidikan dinilai belum tuntas dan ada indikasi dugaan pembunuhan.

5. Kejanggalan yang Disoroti
Beberapa poin kejanggalan yang disampaikan dr. AB. Purba bersama keluarga:

Kejanggalan Penjelasan
Luka di kepala & leher Memar di belakang kepala, luka di leher — tidak konsisten dengan bunuh diri
Posisi suntikan Bekas suntikan di punggung tangan kiri — dianggap tidak praktis untuk self-injection
Alat suntik tertutup rapi Jarum suntik ditemukan tertutup rapat dalam tas — tidak masuk akal jika korban sudah terkena rocuronium (bereaksi dalam 60-90 detik)
Tidak ada sidik jari jelas Alat suntik tidak memiliki sidik jari korban yang jelas
CCTV tidak berfungsi Sejumlah CCTV di jalur korban diduga mati/tidak merekam
Akses rocuronium Obat ini seharusnya hanya ada di ruang operasi dengan pengawasan ketat

 

Sumber Informasi yang menaikan kembali kasus  dokter ini adalah :
Beritasatu.com: "Keluarga Tolak Hasil Autopsi Dokter Alex, Istri Soroti Jarum Suntik"

Posmetro Medan: "dr Alex Situmorang Tewas di Semak-semak, Pihak Keluarga Minta Polda Riau Ambil Alih"

Opsinews.com: "LBH Horas IKBR Dampingi Keluarga Dokter yang Tewas di Siak"

Facebook (humala.siahaan.39): Video konferensi pers keluarga + tim LBH Horas

Instagram (ummidewi93): Update pernyataan LBH Horas

https://lancangkuning.com/post/58010/keluarga-tolak-kesimpulan-bunuh-diri-dr-alex.html

https://regional.kompas.com/read/2026/07/21/103000078/jejak-terakhir-dokter-ppds-rsud-siak-terungkap-sebelum-ditemukan-tewas?page=all

https://www.riauonline.co.id/siak/read/2026/08/05/misteri-cctv-mati-warnai-kasus-tewasnya-dr-alex-di-dekat-rsud-siak