Buntut Bambang Tewas Dikeroyok, Habib Bahar Smith Tantang Grib Jaya

Jakarta, - Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, Pendakwah, Habib bahar bin Smith menemui korban penganiayaan yang diduga dilakukan ormas Grib Jaya saat demo 27 agustus yang menyebabkan hingga meninggal dunia. Dia menegaskan siap menghadapi premanisme.

"Kami akan kawal kasus ini yang menjadi korban kebiadaban ormas, Bapak Bambang, Fatur sampai meninggal dunia karena dikeroyok, dianiaya," ujar Bahar bin Smith dalam video yang beredar luas di media sosial (medsos), Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, tindakan yang diduga dilakukan Grib Jaya sudah masuk dalam tindakan pidana.

"Tindakan itu bagian dari kurang ajar, biadab. Pelaku-pelakunya wajib ditangkap dan diadili apalagi wajah-wajah para pelaku sudah ada beredar di media sosial semua sudah masuk dalam tindak pidana," ucapnya.

"Ada pasalnya, mulai dari Pasal 361 Ayat 3, Pasal 378, Pasal 340 dan tidak bisa dibiarkan," jelasnya.

Habib Bahar bin Smith menegaskan dirinya tidak akan gentar untuk menghadapi para premanisme.

"Siapa pun ormas-ormasnya mau itu Grib atau siapa pun semua harus ditahan, tidak ada urusan. Sampai mengadu domba rakyat seperti itu, benar-benar biadab. Mereka itu menjadi penjilat-penjilat pejabat, jadi penjaga, jadi pelindung, jadi anjing-anjingnya pejabat makanya mereka bisa semena-mena terhadap rakyat," ungkapnya.

Ketua GRIB Jaya Hercules Dilaporkan ke Polisi

Bahkan, dirinya juga menantang kepada Grib Jaya untuk menghadapinya bukan kepada rakyat kecil.

"Heh, buat preman-preman itu semua, kumpulin mereka semua menjadi satu preman-preman, siapa pun yang berbuat kemungkaran, kumpulin semuanya. Kalian lawan ana (saya)," tuturnya.

"Biar kalian tahu, kelingking saya tidak akan gemetar menghadapi kalian semua preman biadab meski menjadi satu, kelingking saya tidak akan gemetar, mau siapa pun, mau Grib," tegasnya dengan nada menantang.

Sebagai penutup, Bahar bin Smith meminta kepada masyarakat untuk tidak takut melawan premanisme.

"Jadi mereka wajib ditangkap pelaku penganiayaan. Saya jaminkan, saya di sisi rakyat, jika mereka atau preman berada di sisi penguasa maka saya di sisi rakyat," tutupnya.

Sebagai informasi, aksi demonstrasi 27 agustus harus menelan korban jiwa yaitu seorang pedagang kaca, Bambang Setiawan dan anak sekolah, Fatur di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat harus mengembuskan napas terakhir akibat dikeroyok oleh kelompok tidak dikenal menggunakan bambu.

Keduanya sempat dievakuasi ke RSAL Mintoharjo. Sayangnya, nyawa keduanya tidak tertolong.