Jakarta, - Sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap rencana kedatangan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpasang di sejumlah titik di Kabupaten Tangerang, Banten.
Berdasarkan pantauan, spanduk tersebut banyak terlihat disejumlah tempat, salah satunya di Jalan Raya Pemda Tigaraksa, tepat di depan gerbang Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, serta di tepi Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa.
Spanduk tersebut menampilkan foto Jokowi dengan simbol larangan yang disertai tulisan penolakan terhadap kedatangannya. Salah satu narasi yang tercantum berbunyi, "Banten menolak safari politik Jokowi yang berkedok safari budaya."
Pada bagian atas spanduk juga tercantum sejumlah nama organisasi masyarakat (ormas), di antaranya Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) Banten, Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI, Koalisi Rakyat Banten, dan Tim Pemburu Ijazah Palsu.
Seorang juru parkir di Jalan Raya Pemda Tigaraksa, Marko Andrian, mengatakan spanduk tersebut telah terpasang sejak sekitar empat hari lalu. Dia mengaku tidak mengetahui pihak yang memasang maupun proses pemasangan spanduk tersebut.
"Empat hari yang lalu udah ada spanduk ini. Tapi saya enggak tahu prosesnya sama siapa yang masang, tahu-tahu pas saya markir, spanduk udah ada," kata Marko, Selasa (25/8).
Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banten, Andreas Arie, menilai pemasangan spanduk penolakan merupakan bagian dari dinamika politik dan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
"Kalau dari kami sebenarnya ya ini hal yang wajar saja sih. Biasalah dalam dinamika politik ya ada aksi-aksi seperti ini. Kita menghargai kebebasan berpendapat, menghargai pendapat atau pandangan dari sekelompok masyarakat," ujar Andreas.
Andreas membenarkan adanya rencana kunjungan Jokowi ke Banten. Namun, ia belum dapat memastikan waktu pelaksanaan kunjungan tersebut.
Dia juga membantah anggapan bahwa kunjungan Jokowi merupakan bagian dari safari politik menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan safari budaya.
"Jadi memang Safari Budaya ini kan salah satu bentuk penghargaan atau salah satu bentuk penghormatan kunjungan tersebut. Kita akan mengapresiasi di tiap daerah itu ada budaya-budaya yang ada," jelasnya.
Terkait munculnya spanduk penolakan, Andreas mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai motif maupun pihak yang berada di balik pemasangan spanduk tersebut.
Dia meminta seluruh kader dan simpatisan PSI tetap tenang serta tidak terprovokasi dalam menyikapi penolakan terhadap rencana kedatangan Jokowi.
"Kami tidak bisa menduga seperti apa yang disampaikan tadi. Tapi bagi kami, kami pun juga di internal telah meminta kepada seluruh kader, simpatisan, pengurus untuk tetap tenang dan tidak terpancing menghadapi spanduk-spanduk penolakan ini," tegasnya.