Elda merupakan dokter PPDS dari FK-KMK UGM yang sebelumnya dianggap telah melontarkan komentar nirempati kepada pasien BPJS Kesehatan, yakni Yurizal Tri Chaerawan melalui media sosial Threads.
"Keterangan dari Wakil Dekan FK-KMK, yang bersangkutan (Elda) dinonaktifkan selama tiga bulan untuk menjalani proses dengan semestinya," kata Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana saat dihubungi, Jumat (7/8) malam.
FK-KMK sendiri sebelumnya telah menyatakan akan menelaah dan menginvestigasi terkait peristiwa ini. Kendati, Made Andi tak membeberkan detail perihal tersebut.
"Kita akan lihat hasil prosesnya," jelas Andi Arsana.
Selain dinonaktifkan dari program PPDS, RSUP Dr. Sardjito dua hari sebelumnya juga sudah menghentikan sementara stase atau praktik klinis Elda di rumah sakit tersebut.
Elda tidak lagi diperbolehkan menjalankan praktik klinis di RSUP Dr. Sardjito selama proses pemeriksaan berlangsung.
Peristiwa ini bermula dari curhatan seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan melalui akun Threads miliknya, @yurizaltrich pada 22 Juli 2026.
Dalam unggahan itu, pasien mengaku telah menunggu 8 jam dan tak kunjung mendapatkan ruangan untuk mendapatkan perawatan. Ia enggan mengungkap nama rumah sakit tempat ia berobat lantaran mendaftar lewat BPJS Kesehatan.
Hanya saja, unggahan pasien malah mendapat banyak komentar negatif. Tak sedikit yang merespons sinis atau dengan nada menghakimi juga merendahkan.
Dari sejumlah informasi dan temuan warganet, komentar-komentar nirempati pada unggahan @yurizaltrich beberapa di antaranya dilayangkan oleh akun milik tenaga kesehatan atau dokter.
Salah satu akun itu adalah @erudarahaadini, milik Elda Putri Rahardini yang disebut-sebut sebagai salah seorang dokter di RSUP Dr Sardjito. Dia pun meminta maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas. Hingga pada Sabtu (1/8), pasien dikabarkan meninggal. Unggahan @yurizaltrich pun langsung jadi sorotan.
Belakangan diketahui bahwa Elda adalah dokter PPDS dari FK-KMK UGM yang bertugas di RSUP Dr. Sardjito. Pihak rumah sakit bersama kampus telah mengambil tindakan untuk memintai klarifikasi.
Bukan cuma Elda, sejumlah tenaga kesehatan yang sempat mencibir Yurizal juga telah menyampaikan permintaan maaf.
Polemik komentar bernada nirempati oleh sejumlah tenaga kesehatan tersebut kini turut ditangani Konsil Kesehatan Indonesia (KKI). KKI tengah menginvestigasi adanya dugaan pelanggaran etik.
Setidaknya 10 nama dokter hingga perawat telah diidentifikasi dalam proses investigasi. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran etik masih berlangsung.
Kemenkes sebelumnya juga menyayangkan munculnya komentar dari tenaga medis maupun tenaga kesehatan yang dinilai minim empati terhadap pasien dan keluarganya. Pemerintah mengingatkan tenaga kesehatan untuk tetap menjaga etika dan profesionalisme, termasuk ketika menggunakan media sosial.