Menurut adik mendiang, Zainal Arifin, keluhan pada bagian lambung tersebut sempat dikira penyakit maag biasa. Namun kondisinya semakin memburuk.
"Awalnya dia sakitnya cuma maag. Begitu ke dokter, ternyata dokter bilang ada stroke. Akhirnya disarankan opname di rumah sakit. Opname di Rumah Sakit Tarakan selama 10 hari," beber Arifin seperti diberitakan detikHot pada Senin (3/8).
"Setelah diperiksa dokter maagnya enggak ada, yang ada asma dan hipertensi, stroke. Makanya waktu di [RS] Tarakan dia ditaruh di unit stroke, karena memang stroke," lanjutnya yang menyebut Diding menjalani perawatan di rumah sakit hingga 10 hari.
"Terus tiga hari yang lalu pulang. Alhamdulillah saya lihat juga sudah sehat, sudah baguslah, bisa jalan," katanya yang menambahkan Diding diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah dianggap stabil.
Namun menurut Arifin, penyakit stroke yang dilanda Diding membuat seniman tersebut tak bisa berbicara dengan jelas. Lidah Diding disebut sudah kelu karena tertarik akibat stroke.
Hingga pada Minggu (2/8) malam, kondisi Diding kembali memburuk. Diding mengalami kesulitan bernapas. Pada saat itulah, seluruh anggota keluarga berkumpul untuk menemani Diding.
"Ternyata semalam saya masih di sini sudah terganggu pernapasannya. Saya datang, saya ngaji apa semua, terus datanglah keluarga, anak-anaknya. Anak-anak kumpul, saya tinggal pulang. Tapi tadi pagi saya selesai salat subuh, dikasih tahu lagi, Bapak sudah meninggal," jelasnya.
Zainal Abidin alias Diding Boneng dinyatakan meninggal dunia pada Senin (3/8) pukul 06.04 pagi WIB. Jenazahnya kemudian disemayamkan di rumahnya di Matraman Dalam sebelum dimakamkan di TPU Menteng Pulo Jakarta Pusat, selepas Asar atau sekitar pukul 15.30 WIB.
Diding Boneng merupakan aktor bernama lengkap Zainal Abidin yang lahir pada 3 Maret 1950. Ia mengawali kariernya dengan berpentas di teater sejak 1973 dan kerap jadi pemenang dalam festival teater remaja kala itu.
Ia kemudian debut layar lebar dalam film Tiga Dara Mencari Cinta (1980). Diding dikenal secara luas ketika ikut bermain dalam serial televisi Rumah Masa Depan pada tahun 1983 hingga 1986.
Dia pun semakin dikenal ketika bergabung dalam sejumlah film Warkop DKI dan kerap memerankan karakter hansip dan pelatih militer.
Dalam beberapa tahun terakhir, Diding Boneng membintangi sejumlah film, seperti KKN di Desa Penari (2022), Badarawuhi di Desa Penari (2024), dan The Torture: Beranak dalam Kubur (2024).