Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, helikopter itu dikerahkan untuk menyisir lokasi kejadian agar proses pencarian korban bisa cepat dilakukan.
"Ya ada, kemarin dari Mabes juga diperbantukan. Kami ada tim Polda satu [unit helikopter], dari Mabes Polairud juga satu [unit helikopter]. Sama, untuk membantu teman-teman untuk melakukan kegiatan pencarian, ya. Mudah-mudahan semuanya bisa diselamatkan semua," jelas Nanang.
Hal itu disampaikannya saat meninjau korban insiden korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di posko darurat di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8).
Nanang mengatakan, fokus utama saat ini adalah menyelamatkan para korban yang masih berada di lokasi kejadian maupun dalam perjalanan menuju daratan.
"Makanya kita lagi fokus untuk pada pertolongan korban, ya. Kita fokus dulu pada pertolongan korban," ucapnya.
Nanang menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan pertolongan di laut.
"Jadi dari awal kita sampaikan, tugas utama, kita juga dengan teman-teman dari Basarnas, dari Angkatan Laut, dan semua stakeholder yang ada keterkaitannya dengan pertolongan di laut sudah melakukan kegiatan yang sama, yaitu untuk pertolongan korban dulu. Itu yang penting, dan ini pun juga lagi berproses kan evakuasinya," katanya.
Ia menambahkan, korban yang telah ditemukan meninggal dunia langsung menjalani proses ante mortem oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur guna mengetahui identitas korban.
"Kemudian kalau yang sudah meninggal juga dilakukan ante mortem oleh pihak DVI dari Polda untuk mengenali identitas. Nah, sedangkan yang lain ini kan masih dalam perjalanan. Jadi nanti biarkan kami konsentrasi dulu pada saat penyelamatan ini dulu, ya," ucapnya.
Ia mengatakan sejumlah korban selamat kini telah berkumpul di lokasi posko penanganan, sementara anggota kepolisian masih bersiaga di lapangan untuk memantau proses evakuasi korban yang masih dalam perjalanan.
"Dan kemudian selamat, kita lihat teman-teman kita sekarang berkumpul di sini. Yang masih perjalanan juga sedang perjalanan, dan anggota kita masih bertugas di sana. Jadi kami tetap memantau dan memiring anggota-anggota di lapangan, konsentrasi melaksanakan tugas seluruhnya," bebernya.
Terkait lokasi persis pencarian udara, ia mengaku belum menerima laporan lantaran tim yang bertugas masih berada di udara.
"Saya belum kontak sama saya ini. Karena masih di perjalanan di atas. Jadi nanti kalau ada kan di-update ke kami," ujarnya.
Nanang memperkirakan proses pencarian akan berlangsung maksimal tiga hari ke depan, dengan kemungkinan pembaruan data jika ditemukan korban tambahan.
"3 hari ya. Nanti kita lihat, kita update kalau misalkan ada korban lagi," jelasnya dia.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II dilaporkan terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Kapal dengan rute Surabaya-Makassar tersebut mengangkut sekitar 250 orang penumpang saat insiden terjadi.
Informasi awal kebakaran kapal diterima petugas siaga Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Selang satu menit kemudian, pihak PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal turut memberikan konfirmasi kepada petugas siaga.
Menurut keterangan yang diperoleh dari pihak perusahaan kapal, nakhoda sempat melaporkan kebakaran terjadi di ujung utara Madura pada kisaran pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Komunikasi dengan nakhoda kemudian terputus dan tidak dapat dihubungi kembali.
Tim SAR langsung bergerak melakukan sejumlah langkah koordinasi begitu informasi diterima. Pada pukul 08.30 WIB, Kantor SAR Surabaya berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal. Koordinasi berlanjut pada pukul 09.00 WIB antara Pos SAR Sumenep dengan Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget.
Hasil komunikasi SROP dengan Kapal Meratus Project 3 yang berada di sekitar lokasi kejadian pada pukul 09.45 WIB memastikan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada 19 mil laut di utara Pulau Buruan, Sapudi.
"Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan," jelasnya.
Hingga pukul 08.40 WIB, Senin (3/8), total 234 orang penumpang KMP Mutiara Sentosa II. Sebanyak 229 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang ditemukan meninggal dunia.