Riyadh Mulai Ikut Perang AS, Menlu Iran-Saudi Saling Telepon

Jakarta, - Pemerintah Iran dan Arab Saudi dikabarkan melakukan komunikasi di tengah langkah Riyadh yang "membantu" Amerika Serikat menyerang proksi Teheran di Irak.

Media pemerintah Iran, Press TV, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat senior dari Arab Saudi dan Pakistan pada Minggu (2/7).

"Araghchi menggelar "serangkaian percakapan telepon tingkat tinggi pada Minggu malam dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir," bunyi laporan Press TV.

Dikutip CNN, ini merupakan putaran kedua komunikasi diplomatik yang dilakukan Araghchi dalam kurun waktu 24 jam.

Sementara itu, mengutip unggahan Araghchi di platform X, dia mengaku pembicaraan dengan Saudi dan Pakistan itu membahas "situasi terkini" serta upaya memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan.

Pembicaraan Saudi dan Iran ini berlangsung kala Saudi akhirnya "turun tangan" ikut dalam peperangan yang sedang digaungkan Amerika Serikat melawan Teheran.

Setelah menjaga jarak sejak perang AS-Iran pecah pada Februari lalu, pekan lalu Saudi melancarkan serangan ke wilayah milisi pro-Iran di Irak hingga menewaskan puluhan orang.

Sebelum percakapan dengan Saudi terjadi, sehari sebelumnya, Araghchi telah memperingatkan Menteri Luar Negeri Arab Saudi bahwa "setiap agresi atau tindakan permusuhan" yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel akan "dibalas dengan respons yang tegas dan proporsional".

Hal itu secara tersirat mewanti-wanti Saudi agar tidak ikut dalam perang AS melawan Iran.

Pada Sabtu, Araghchi juga melakukan pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir.

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan bahwa Iran akan memberikan balasan yang setimpal terhadap setiap "tindakan provokatif" yang dilakukan Amerika Serikat.