Respons Kejagung soal Sutrimo yang Disebut Kepala Rumah Tangga Febrie

Jakarta, - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung RI) menyatakan enggan berkomentar terkait kasus kematian Sutrimo yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Ketua Tim 9 sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, Rudi Margono mengatakan pihaknya tidak menangani kasus itu sehingga tidak bisa memberikan komentar apapun.

"Kami mohon maaf, kami tidak menangani masalah tersebut sehingga kita tidak memberikan komentar," ujarnya kepada wartawan, dikutip Jumat (31/7).

Sementara itu, kuasa hukum Febrie, Febri Diansyah juga mengaku tidak tahu menahu soal kasus Sutrimo. Ia meminta publik untuk menunggu informasi resmi dari Polda Metro Jaya yang sedang menangani kasus tersebut.

"Kami fokus di substansi perkara, saya juga tidak dapat informasi ya terkait dengan hal itu. Yang saya baca di media-media kan sudah ditulis dan Polda juga sudah mulai lakukan, saya enggak tahu itu penyelidikan atau seperti apa," tuturnya beberapa waktu lalu.

"Jadi mungkin memang lebih baik agar isunya enggak campur aduk ya lebih baik kita tunggu saja bersama-sama informasi resmi dari Polda karena kami kami ini kan advokat untuk perkara di Kejaksaan Agung," imbuhnya.

Sebelumnya, seorang pria bernama Sutrimo meninggal dunia pada Kamis (23/7) lalu. Sutrimo ditemukan dalam dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan kemudian dibawa menuju RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.

"Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).

Budi mengatakan saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Korban disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pihaknya juga masih mendalami ihwal sosok korban tersebut.

"Masih didalami," ucap Budi.