Trump Ancam China dan Rusia Agar Tak Ikut Campur dalam Perang Iran

-  

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak melihat adanya keterlibatan langsung China maupun Rusia dalam konflik yang melibatkan Iran. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa apabila kedua negara memutuskan ikut campur dalam perang tersebut, konsekuensinya akan sangat serius. Trump menegaskan keterlibatan Beijing atau Moskow hanya akan memperburuk situasi dan berdampak negatif bagi pihak yang terlibat.

"Presiden Xi, pada pertemuan kami baru-baru ini di Beijing, China, mengatakan kepada saya bahwa ia tidak akan, dalam keadaan apa pun, memberikan atau menjual senjata kepada Republik Islam Iran - dan pernyataan itu termasuk perusahaan-perusahaan China," tulisnya di platform Truth Social miliknya, dilansir media Al Arabiya, Sabtu (25/7/2026).

 

Putin juga telah mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan menjual senjata ke Iran, dan ia percaya Rusia dan China tidak berpartisipasi dalam konflik Iran. Disampaiakan Trump  pada pernyataannya . 

"Jika mereka melakukannya, itu akan sangat buruk bagi mereka - Tentu saja itu bukan untuk kepentingan terbaik mereka," tulis Trump.

Amerika Serikat dan Iran telah berperang sejak AS dan Israel melancarkan serangan pada bulan Februari lalu, menewaskan para pejabat senior Iran, termasuk pemimpin tertinggi negara itu.

Empat orang yang mengetahui seluk-beluk intelijen AS mengatakan bahwa serangan Iran terhadap target CIA di Teluk pada awal perang, telah mendorong intelijen AS untuk menyelidiki apakah Rusia membantu Iran dengan informasi penargetan atau teknologi drone.

Timur Tengah kembali memanas setelah AS melancarkan gelombang serangan terbarunya terhadap Iran beberapa hari lalu. Trump bahkan dilaporkan sedang mengkaji untuk melancarkan serangan terbaru secara besar-besaran terhadap Iran.

Skala operasi militer terbaru AS terhadap Iran ini disebut bisa melampaui serangan selama Operation Epic Fury yang dilancarkan awal tahun ini.

Diberitakan bahwa Amerika Serikat sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada individu dan perusahaan di Rusia dan China karena membantu Iran membeli senjata.