Jakarta, - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menyatakan bahwa PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) dikabarkan bakal tutup.
Alasannya kata dia, perusahaan udang beku milik Kaesang Pangarep, putra bungsu eks Presiden Jokowi itu diterpa utang jumbo hingga lebih dari Rp2 triliun.
"Nasib PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) menunggu `ajal` (bangkrut). Perusahaan ini susah `diobati` lantaran sudah terlalu banyak utangnya," katanya beberapa waktu lalu.
Apalagi, kata dia, saat ini, Jokowi sudah bukan presiden lagi sehingga besar peluang seluruh bisnis yang ditekuni Kaesang, termasuk PMMP bakalan tutup alias gulung tikar.
"Apalagi Jokowi tidak punya jabatan di pemerintahan. Tidak ada lagi itu power. Sehingga makin sulit PMMP itu diobati untuk menyembuhkan keuangan perusahaan," tandasnya.
Selain tak punya bakat bisnis, kata Uchok, Kaesang dinilai terlalu sibuk dengan kegiatan politik. Karena posisinya sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Siap-siap, perbankan yang menggelontorkan utang jumbo ke PMMP merugi.
"Itu semua akan menjadi kredit macet karena perusahaan udang ekspor yang sebagian sahamnya milik Kaesang, tidak akan bisa terbayar. Saya kira, Kaesang tidak akan serius mengelola seluruh bisnis, karena dia fokus sebagai politikus. Karena posisinya sebagai Ketum PSI," imbuhnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (5/7/2026), terungkap babak belurnya keuangan PMMP. Karena utangnya menumpuk di mana-mana.
Misalnya di Bank Permata, outstanding utang PMMP nyaris Rp1 triliun. Tepatnya US$53,12 juta atau sekitar Rp929,6 miliar (kurs Rp17.500/US$). Itu belum termasuk fasilitas tambahan Rp5,49 miliar.
Di BCA yang dikenal sebagai bank beraset jumbo itu, utang PMMP tembus US$40,29 juta. Atau setara Rp705 miliar.
Sedangkan utang ke Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI), mencapai US$30,71 juta, atau sekitar Rp537,4 miliar.
Masih ada lagi utang PMMP ke PT Bank SMBC Indonesia Tbk, sebesar US$22,80 juta, setara Rp400 miliar. Utang ke PT Bank Maspion Indonesia Tbk dan PT Bank Resona Perdania, masing-masing sebesar US$7,21 juta dan US$5,99 juta.
Saat ini, PMMP sedang mengajukan restrukturisasi atas gunungan utang tersebut. Kalau ditotal, angkanya lebih dari Rp2 triliun. "Saldo tersebut di luar utang bunga," tulis Manajemen PMMP, dikutip Minggu (5/7/2026).
Akibat utang super jumbo itu, operasional PMMP langsung megap-megap. Saat ini, hanya satu pabrik yang beroperasi, yakni di Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
Karena tutup, perseroan harus melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK. Bahkan, sebagian pekerja PMMP memilih mundur. Termasuk Patrick Djuanda yang resign sebagai Direktur Pemasaran PMMP.