Kecewa AS dan Iran Sepakat Damai, Israel Ogah Tarik Pasukan di Lebanon

Jakarta, - Sebagaimana diketahui, pada hari Jumat 14 Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran mengumumkan sepakat untuk menghentikan perang di Timur Tengah.

Meski demikian, Israel bersikeras tidak mau menarik pasukannya dari "zona keamanan" di wilayah selatan Lebanon pada Sabtu (13/6) dikutip dari Anadolu Agency.

Padahal, poin mengenai penghentian permusuhan di segala front termasuk Lebanon disebut menjadi bagian dari kesepakatan antara Washington dan Teheran.

Sumber dari Israel mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi selanjutnya sembari tetap bertahan di "zona keamanan."

"Pasukan keamanan sedang bersiap menghadapi kemungkinan instruksi dari pimpinan politik untuk menghentikan serangan darat di Lebanon selatan, mengingat kesepakatan yang sedang terbentuk antara Washington dan Teheran," kata lembaga penyiaran publik KAN, mengutip sumber-sumber tersebut.

Menurut sumber-sumber tersebut, Tel Aviv juga bersiap untuk mengurangi serangannya jauh di dalam wilayah Lebanon karena khawatir hal itu dapat membahayakan kesepakatan AS-Iran.

"Namun, operasi militer akan terus berlanjut dengan fokus yang lebih besar di selatan," kata sumber-sumber tersebut.

"Tentara Israel tidak akan mundur dari `zona keamanan` di Lebanon selatan," tambah mereka.

Tentara Israel melanjutkan serangan mematikan di Lebanon sejak 2 Maret, menewaskan lebih dari 3.700 orang, melukai 11.600 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1,5 juta orang mengungsi, menurut pejabat Lebanon.

Militer juga merangsek maju lebih dari 10 kilometer ke wilayah Lebanon, yang diklaim Tel Aviv sebagai "zona keamanan," dikutip dari Middle East Monitor.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan Kabinet Keamanan pada Minggu untuk membahas kesepakatan AS-Iran.

Menurut harian Yedioth Ahronoth, pertemuan tersebut akan meninjau implikasi regional dari kesepakatan antara Washington dan Teheran.