Jakarta, - Pagi hari tadi, Kamis 11 Juni 2026, bentrokan langsung antara militer Amerika Serikat dengan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pecah di Selat Hormuz.
Kantor berita Iran Mehr melaporkan bentrokan hebat dan baku tembak telah terjadi di Selat Hormuz antara kedua militer.
Iran menyebut AS telah menargetkan tujuh titik pesisir Iran sejauh ini.
Serangan dilaporkan terjadi di daerah-daerah termasuk Bandar Abbas, Sirik, Qeshm, dan Pulau Hengam.
Imbas serangan ini, komando gabungan militer Iran kembali menutup lalu lintas Selat Hormuz.
Iran menutup akses Selat Hormuz termasuk untuk kapal tanker minyak dan kapal komersial.
Militer Iran menegaskan setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz akan ditembaki.
Targetkan Jet Tempur F-35 & F-15 AS, Iran Luncurkan 12 Rudal Balistik
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan telah menggunakan 12 rudal balistik untuk menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk.
Dalam pernyataannya IRGC menyebut telah menargetkan jet tempur F-35, F-15, dan F-16 milik militer AS, serta fasilitas-fasilitas penting yang digunakan oleh pasukan AS di pangkalan udara dan pusat kendali Al Azraq di Yordania.
Selain Yordania, serangan balasan Iran juga diluncurkan ke pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait.
"Selama dua gelombang operasi, 18 sasaran penting milik Angkatan Darat AS di pangkalan Angkatan Udara Ali dan Ahmad (hancur)," demikian pernyataan IRGC.
Mereka juga mengatakan telah menyerang dan menghancurkan pangkalan udara Sheikh Isa.
Menurut IRGC, serangan ini respons atas pelanggaran berulang AS terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku efektif pada April.
Seiring dengan itu, Iran memutuskan menutup kembali Selat Hormuz "hingga pemberitahuan lebih lanjut".