-
Pada perdagangan rupiah pada dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada Jumat sore (5/6/2026) . Namun, penguatan ini masih belum membuat mata uang Rupiah turun ke level lebih baik dari harga kisaran Rp 17.000 .
Akhirnya Rupiah ditutup menguat ke posisi Rp18.036 per dolar AS. Mengacu pada data kompilasi pasar spot hari ini.
Bank Indonesia biasanya melakukan beberapa langkah saat melakukan intervensi besar-besaran di pasar valuta asing (valas) untuk menahan pelemahan rupiah. Berikut langkah yang umum dilakukan BI:-Menjual cadangan devisa dolar AS
BI melepas dolar AS ke pasar agar pasokan dolar bertambah. Tujuannya untuk menekan lonjakan harga dolar dan membantu rupiah lebih stabil.
-Intervensi di pasar spot dan non-deliverable forward (NDF)
BI masuk langsung ke pasar valas, termasuk pasar luar negeri, untuk menjaga pergerakan rupiah agar tidak terlalu bergejolak.
-Membeli Surat Berharga Negara (SBN)
BI membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan menarik minat investor.
-Menaikkan suku bunga acuan
Suku bunga yang lebih tinggi bisa menarik investor asing masuk ke Indonesia sehingga permintaan rupiah meningkat.Intervensi ini biasanya dilakukan bersamaan dengan koordinasi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
BI melepas dolar AS ke pasar agar pasokan dolar bertambah. Tujuannya untuk menekan lonjakan harga dolar dan membantu rupiah lebih stabil.
-Intervensi di pasar spot dan non-deliverable forward (NDF)
BI masuk langsung ke pasar valas, termasuk pasar luar negeri, untuk menjaga pergerakan rupiah agar tidak terlalu bergejolak.
-Membeli Surat Berharga Negara (SBN)
BI membeli obligasi pemerintah di pasar sekunder untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan menarik minat investor.
-Menaikkan suku bunga acuan
Suku bunga yang lebih tinggi bisa menarik investor asing masuk ke Indonesia sehingga permintaan rupiah meningkat.Intervensi ini biasanya dilakukan bersamaan dengan koordinasi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.