-
Aparat penegak hukum berhasil membongkar jaringan keuangan tersembunyi yang dikenal dengan sebutan “The Doctor”. Jaringan ini diduga menggunakan sejumlah rekening proxy atau rekening perantara untuk menyamarkan aliran dana dari aktivitas ilegal.Rekening Proxy Jaringan The Doctor Dibongkar, Perputaran Capai Rp 124 M
Jaringan The Doctor adalah sindikat narkoba besar yang beroperasi dengan modus pencucian uang yang canggih
Penyidik Dit Tipidnarkoba Bareskrim Polri telah berhasil menangkap "The Doctor" alias Andre Fernando, DPO kasus peredaran narkoba di wilayah NTB dan sejumlah tempat hiburan malam ibukota. Tampak Andre tiba di Gedung Bareskrim Polri Jakarta dengan pengawalan ketat Tim Tengkorak Narkoba Polri pada pertengahan april lalu.
The Doctor diketahui ditangkap di sebuah apartemen di Penang, Malaysia.
The Doctor diketahui merupakan jaringan Narkoba Internasional yang juga berperan sebagai penyuplai dana dan narkoba ke Mantan Kapolres Bima Kota dan Kasatresnarkoba Bima Kota serta Koko Erwin.
Kenapa Pakai Rekening Proxy?
Biasanya digunakan untuk Menyembunyikan identitas pelaku utama . Juga Menghindari pelacakan oleh bank atau aparat dan terakhir untuk memecah transaksi menjadi beberapa bagian agar terlihat “normal”
Dalam pengungkapan tersebut, terungkap bahwa total perputaran uang dalam jaringan ini mencapai sekitar Rp124 miliar. Dana tersebut mengalir melalui berbagai rekening yang diduga bukan atas nama pelaku utama, melainkan menggunakan identitas pihak lain untuk menghindari pelacakan.
Modus yang digunakan jaringan ini adalah memecah transaksi ke dalam jumlah kecil dan menyebarkannya ke berbagai rekening, sehingga terlihat seperti transaksi biasa. Cara ini kerap digunakan untuk mengelabui sistem pengawasan perbankan dan aparat penegak hukum.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri masih terus mendalami praktik tindak pidana pencucian uang (TPPU) jaringan narkoba Andre Fernando alias `The Doctor` dan Hendra Lukmanul Hakim alias Pak Cik. Dari hasil analisis sementara, Bareskrim menemukan perputaran dana secara masif di sejumlah rekening proxy atau rekening pihak ketiga (rekening papan) yang mencapai ratusan miliar.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan modus penggunaan rekening proxy ini kerap digunakan sindikat narkoba untuk memutus jejak identitas antara pembeli dan bandar narkoba. Dari hasil penelusuran sementara, ditemukan ada 4 rekening proxy yang digunakan untuk menampung hasil kejahatan dengan total 2.134 transaksi.
"Total keseluruhan arus masuk (kredit) pada empat rekening penampung utama yang ditelusuri Bareskrim tercatat menyentuh angka Rp 124.052.487.704,97 dari total 2.134 transaksi," ujar Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (18/4/2026).
Dalam perkara ini, tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Satgas NIC yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury telah mengamankan empat orang tersangka, terdiri dari dua wanita inisial DEH asal Tasikmalaya, dan L asal Bekasi, serta dua pria inisial TZR dan MR yang ditangkap di Aceh Timur.
Brigjen Eko merincikan, dari nilai Rp 124 miliar tersebut, Rp 81,9 miliar di antaranya ada di rekening milik tersangka L. Eko mengungkap sepanjang periode pengamatan 1 Agustus 2024 hingga 31 Maret 2026, rekening tersebut mencatat arus masuk (kredit) tertinggi senilai Rp 81.902.383.662 melalui 946 kali transaksi.
"Terdapat temuan pola structuring (memecah transaksi) yang sangat rapi untuk menghindari deteksi otoritas keuangan, yakni dengan nominal berulang sebesar Rp 99.999.999 sebanyak 445 kali. Tersangka L sendiri direkrut dengan imbalan Rp 1 juta untuk membuka dan menyerahkan kartu ATM serta m-Banking miliknya," jelasnya.
Sementara itu, di rekening TZR terdapat aliran uang senilai Rp 35,1 miliar. Rekening tersebut, kata Eko, digunakan langsung oleh supplier utama sabu, Hendra Lukmanul Hakim alias Pak Cik untuk menerima transfer pembayaran dari perantara Andre Fernando.
"Tercatat pada periode 9 Oktober 2025 hingga 28 Februari 2026, total dana masuk mencapai Rp 35.151.760.380,42 dari 426 transaksi. TZR membuka rdua akun rekening atas perintah tersangka M alias Bang Ja dengan janji imbalan uang," ujarnya.
Selanjutnya, aliran dana Rp 3,9 miliar juga terdapat di rekening MR. Rekening ini difungsikan untuk menampung uang awal pesanan narkoba dari para pembeli (termasuk dari bandar Erwin Iskandar) sebelum disetorkan ke Hendra.
"Rekening MR ini merupakan rekening proksi utama yang dipegang dan digunakan langsung oleh Andre Fernando alias `The Doctor`.
Eko mengatakan, berdasarkan data dari 27 Agustus 2025 hingga 11 Februari 2026, total arus dana masuk di rekening ini berjumlah Rp 3.961.331.012,87 dari 108 transaksi. Rekening ini dibeli oleh sindikat dengan harga Rp 5 juta yang mencakup kartu ATM, kartu perdana, dan HP. Penggunaan rekening akhirnya dihentikan karena sisa saldo dicuri oleh pemilik asli.
Sementara itu, rekening atas nama tersangka DEH mencatat aliran dana masuk Rp 3 miliar lebih. Rekening ini dikuasai oleh pengelola keuangan jaringan, yakni Charles Bernado (Charlie), untuk mengelola operasional rekening masking.
"Sepanjang 21 Agustus 2025 hingga 28 Februari 2026, rekening ini mencatat arus uang masuk (kredit) senilai Rp 3.037.012.649,39 dari 654 kali transaksi. Tersangka EDH, yang terdesak kebutuhan ekonomi, bersedia menyerahkan KTP miliknya untuk didaftarkan rekening secara online oleh orang yang baru dikenalnya dengan imbalan tunai sebesar Rp 2 juta," pungkasnya.
Diberitakan :
Bareskrim Bekuk Penyedia Rekening Narkoba Jaringan The Doctor dan Koh Erwin
komentar nitizen instagram
@el_antonaries
Masih ada duid buat nego...Hukuman dan denda ringan, Keluar lapas masih kaya pokoknya😂😂😂 Ya KLO emang di lapas..klo diluar lapas???😂😂😂 sebuah cerita di negeri komedi , ....🔥🔥🔥
profil @wfs.zon
Eh ngomong ngomong polisi yg punya sabu sekoper gimana ya?? Trus yg kabur dari polda bawa 58kg sabu ada updatenya kah??
profil @sdwijayanto
Tebak2an yuk, brp lama case menguap & orangnya menghilang? 😂
profil @inotinput
Apakah ini Drama??
profil aswadhjz
Apa kabar dengan Kapolres bima yg BB nya 1 koper😂