Trump Murka! Israel Diperingatkan Keras Stop Bom Lebanon Sekarang Juga

-  

Lebanon terseret ke dalam konflik Timur Tengah sejak awal Maret karena posisinya yang langsung berbatasan dengan Israel dan adanya kelompok bersenjata besar di dalam negerinya, (sekitar 2 Maret) . Ketegangan meningkat setelah eskalasi konflik regional yang melibatkan Israel dan kelompok-kelompok yang didukung Iran. Wilayah selatan Lebanon langsung terdampak karena menjadi basis Hezbollah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Israel dilarang keras membombardir Lebanon. Pernyataan keras tersebut disampaikan Trump setelah mengumumkan gencatan senjata di Lebanon untuk 10 hari beberapa waktu lalu.

Dilansir Aljazeera, Jumat (17/4/2026), Trump menekankan situasi di Lebanon akan ditangani olehnya secara terpisah dari Iran. Ia memastikan keberadaan Hizbullah di Lebanon juga akan ditangani dengan cara yang tepat.

"Situasi di Lebanon dan keberadaan kelompok bersenjata Hizbullah di negara itu akan ditangani secara terpisah dari Iran dan dengan cara yang tepat," kata Trump.


Ia juga melarang keras Israel membombardir Lebanon lagi. Ia menegaskan sudah cukup agresi militer Israel di Lebanon.

"Israel tidak akan lagi membom Lebanon," kata Trump di Truth Social.

"Mereka DILARANG melakukannya oleh AS. Cukup sudah!!!" tegasnya.


Gencatan Senjata di Lebanon
Sebelumnya, Donald Trump, pada Kamis (16/4) pagi waktu AS, mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang dimulai pada tengah malam waktu setempat, baik di Tel Aviv maupun Beirut.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST," kata Trump dalam pengumuman via Truth Social.

Pengumuman itu disampaikan menyusul pembicaraan langsung yang tergolong langka antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC, yang dimediasi AS, pada Selasa (14/4).


Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah sejak 2 Maret lalu, setelah kelompok Hizbullah yang bermarkas di negara itu dan didukung Iran melancarkan serangan terhadap Israel.

Sejak saat itu, rentetan serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon. Tel Aviv juga mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan wilayahnya.

Keterlibatan Lebanon dalam konflik ini dinilai tidak lepas dari posisinya yang berbatasan langsung dengan Israel serta keberadaan Hezbollah yang memiliki hubungan erat dengan Iran. Hal ini membuat Lebanon menjadi bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Hingga kini, situasi di perbatasan masih tegang dan berpotensi meluas jika tidak ada upaya serius untuk meredakan konflik.


Diberitakan juga:
Iran Buka Sepenuhnya Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata di Lebanon