Jakarta, - Klub sepakbola asal Inggris, Arsenal memastikan tempat di semifinal Liga Champions usai bermain imbang tanpa gol melawan Sporting CP di Emirates Stadium, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB.
Hasil 0-0 tersebut sudah cukup bagi The Gunners untuk lolos dengan keunggulan agregat 1-0, sekaligus membawa mereka ke empat besar untuk musim kedua secara beruntun.
Meski berhasil melangkah jauh, penampilan tim asuhan Mikel Arteta jauh dari kata meyakinkan. Arsenal datang ke laga ini dengan tekanan besar setelah menelan tiga kekalahan beruntun di kompetisi domestik, terlebih mereka akan menghadapi laga krusial melawan Manchester City di Premier League akhir pekan ini.
Tuan rumah sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup agresif. Namun, intensitas permainan mereka cepat menurun seiring Sporting CP mulai menemukan ritme.
Peluang berbahaya pertama justru datang dari tim tamu melalui Francisco Trincão yang melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, meski masih melenceng dari sasaran.
Sporting terus memberikan ancaman. Pedro Gonçalves sempat mencoba peruntungannya dari sudut sempit, tetapi bola melambung di atas mistar. Tekanan dari tim tamu membuat suporter Arsenal mulai gelisah menjelang turun minum.
Peluang terbaik di babak pertama hampir saja menjadi gol saat Geny Catamo menyambut umpan silang Maximiliano Araújo dengan sepakan voli, namun bola hanya mengenai sisi luar tiang gawang.
Sementara itu, Arsenal nyaris tak memberikan ancaman berarti, dengan satu-satunya upaya dari Eberechi Eze yang masih melambung di atas gawang.
Memasuki babak kedua, Sporting tetap tampil percaya diri. Araújo kembali mengancam lewat tembakan keras yang masih melebar. Melihat timnya kesulitan, Arteta melakukan perubahan dengan menarik Viktor Gyökeres dan memasukkan Kai Havertz, pencetak gol pada leg pertama.
Perubahan tersebut hampir membuahkan hasil instan. Noni Madueke berhasil menusuk ke dalam kotak penalti, tetapi penyelesaiannya kurang sempurna sehingga bola hanya menyentuh sisi jaring.
Ketegangan semakin terasa ketika Arsenal gagal mencetak gol penentu, bahkan Arteta sempat mendapat kartu kuning akibat protes keras kepada wasit.
Di penghujung laga, Arsenal akhirnya tampil lebih menekan seiring menurunnya intensitas permainan Sporting. Leandro Trossard hampir memastikan kemenangan setelah sundulannya dari situasi sepak pojok membentur tiang gawang.
Munchen Hajar Madrid
Dipertandingan lain, Bayern Munich unggul 4-3 atas Real Madrid dengan keunggulan agregat 6-4.
Di Allianz Arena, Arda Guler mencetak sejarah bagi Real Madrid berkat golnya setelah 35 detik pada leg kedua perempat final Liga Champions melawan Bayern Munich.
Gol ini adalah yang ttercepat dalam sejarah Real Madrid di Liga Champions.
Kiper Bayern, Manuel Neuer, melakukan kesalahan dengan memberikan umpan kepada rekan setimnya, tetapi malah memberikannya kepada Guler, yang kemudian mencetak gol dari jarak jauh.
Alekxandar Pavlovic menyamakan kedudukan di menit ke 6.
Guler cetak brace di menit ke 29 sebelum akhirnya Harry Kame juga menyamakan kedudukan di menit ke 38.
Mbappe juga mencetak gol di menit ke 43 sehingga menyamakan agregat kedua tim.
Los Blancos memasuki laga perempat final dengan tertinggal 2-1 dari leg pertama di Bernabeu.
Empat menit sebelum pertandingan berakhir, Eduardo Camavinga mendapatkan kartu merah karena kekonyolannya.
Terjadi pelanggaran terhadap Harry Kane, tetapi tidak terlalu serius.
Wasit berikan kartu kuning kedua karena Eduardo Camavinga mengambil bola alih-alih membiarkan Bayern mengambil tendangan bebas.
Gol Luis Diaz di menit ke 88 memupuskan impian Real Madrid lolos ke semifinal Liga Champions.
Lebih menyakitkan lagi untuk Real karena Michael Olise menutup pertandingan dengan gol keempat untuk tim asal Jerman itu.
Bayern akan menghadapi PSG di semifinal pada 29 April dan 6 Mei.