Iran Akhirnya Sepakati Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz

Jakarta, - Pemerintah Iran menyatakan siap mengakhiri operasi pertahanan, jika Amerika Serikat (AS) dan Israel menghentikan serangan terhadap negara tersebut.

Mengenai pembukaan Selat Hormuz yang dijadikan syarat gencatan senjata oleh Presiden AS, Donald Trump, Iran mengatakan hal itu dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, dengan pertimbangan keterbatasan teknis.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran siap menghentikan operasi defensif dan membuka kembali akses Selat Hormuz untuk sementara waktu.

Araghchi mengatakan, Iran merespons permintaan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang mendorong upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik, serta mempertimbangkan permintaan AS untuk melakukan negosiasi berdasarkan proposal 15 poin yang diajukan Washington.

Selain itu, Iran juga mencermati pernyataan Trump yang menerima kerangka umum proposal 10 poin dari Teheran sebagai dasar perundingan.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi defensifnya,” kata Araghchi, mewakili Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dalam pernyataan yang dirilis via platform X pada Rabu (8/4).

Dia juga menyatakan bahwa selama periode dua minggu, jalur pelayaran aman melalui Selat Hormuz dapat dibuka dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran, serta dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis yang ada.

“Selama periode dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” ujarnya.

Berikut pernyataan resmi Iran terkait hal tersebut, seperti dipublikasikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi via platform X:

TEHERAN-7 APRIL 2026

Atas nama Republik Islam Iran, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada saudara-saudara saya yang terkasih, Yang Terhormat Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Yang Terhormat Marsekal Lapangan Asim Munir atas upaya mereka yang tak kenal lelah untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut.

Menanggapi permintaan PM Sharif dalam cuitannya, dan mempertimbangkan permintaan AS untuk negosiasi berdasarkan proposal 15 poinnya serta pengumuman oleh POTUS (Presiden of the United States) tentang penerimaan kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar untuk negosiasi, dengan ini saya menyatakan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran:

Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka.

Untuk jangka waktu dua minggu, perjalanan yang aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, dengan pertimbangan keterbatasan teknis.

Seyed Abbas Araghchi

Menteri Luar Negeri

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menunda ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil di seluruh Iran selama dua minggu. Keputusan ini diambil seiring dengan semakin dekatnya para negosiator pada kesepakatan gencatan senjata yang akan membuat Teheran membuka kembali Selat Hormuz.

Melalui unggahan di media sosial pada Selasa (7/4), Trump menyatakan bahwa perjanjian tersebut akan “bergantung pada persetujuan Republik Islam Iran untuk membuka Selat Hormuz secara LENGKAP, SEGERA, dan AMAN.”

“Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua belah pihak!” tulis Trump.