Jakarta, - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akhirnya menerima 10 poin proposal yang disodorkan Iran. Intinya, gencatan senjata selama dua pekan untuk negosiasi penyelesaian perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
"Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi," ujar Trump lewat platform Truth Social miliknya, Rabu (8/4) ini.
Pernyataan Trump itu hanya dua jam sebelum tenggat waktu pada Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu setempat atau Rabu ini pukul 08.00 WIB. Trump mengultimatum akan menjadikan Iran kembali zaman batu dan membuat neraka dengan menghancurkan infrastruktur listrik hingga jembatan-jembatan di Iran.
Alasan Trump menerima proposal ini karena AS telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer serta mulai tercapainya kesepakatan perdamaian jangka panjang dengan Iran dan Timur Tengah.
"Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan untuk melihat masalah jangka panjang ini mendekati penyelesaian," katanya.
Trump menyampaikan akan menangguhkan serangan ke Iran selama 2 pekan sesuai percakapan dengan mediator Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir.
"Mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kapal-kapal akan dapat melewati Selat Hormuz dengan aman selama interval dua pekan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis.
Dunia kemudian bisa bernapas lega ketika Sharif berhasil membujuk Trump untuk memberi kelonggaran dua pekan melalui genjatan senjata. Ia juga meminta Iran untuk membua Selat Hormuz sebagai prasyarat yang diminta Trump.
Sebaliknya Iran menyatakan kemenangannya atas 10 poin proposal tersebut. Kantor Berita Mehr Iran mengutip pernyataan sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran yang menyatakan bahwa AS telah menerima prinsip-prinsip ini sebagai dasar untuk negosiasi dan telah menyerah pada kehendak rakyat Iran.
Iran akan mengadakan negosiasi dengan AS di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Jumat lusa.
Usulan 10 poin Iran mencakup penarikan pasukan tempur AS dari semua pangkalan regional, pencabutan semua sanksi, pelepasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, dan pembayaran penuh atas kerugian terkait perang yang dialami Iran. Usulan ini juga akan menetapkan protokol untuk lalu lintas terkontrol melalui Selat Hormuz.
Di dalam negeri, Trump terus mendapat kecaman atas `perangnya` di Iran. Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (AOC) kembali menyerukan pemakzulan pebisnis properti tersebut.
AOC menegaskan pernyataan Trump tentang gencatan senjata sementara tidak mengubah apa pun “Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran, dan terus memanfaatkan ancaman itu,” kata politikus Demokrat itu, seperti ditulis Aljazeera, Rabu pagi.
"Kita tidak bisa lagi mempertaruhkan dunia maupun kesejahteraan bangsa kita kepadanya. Presiden harus disingkirkan. Kita sedang bermain di ambang kehancuran," ia menandaskan.