[INTRO]
Menyedihkan. Ekonomi Indonesia tersusul Vietnam, yang baru mulai menata ekonominya 40 tahun setelah Indonesia, tahun 1986, setelah mengalami konflik berkepanjangan sejak 1945 sampai 1980.
Vietnam bukan melakukan reformasi ekonomi (economic reform). Tetapi jauh lebih besar dari itu. Vietnam melakukan perubahan drastis—transformasi ekonomi, dari ekonomi komunis—central panning menjadi market-oriented economy. Hasilnya luar biasa. Ekonomi Vietnam bertumbuh pesat. Pendapatan per kapita Vietnam tumbuh 16,6 kali lipat selama 25 tahun dari 1999-2024. Pertumbuhan ini jauh melampaui Indonesia yang hanya bertumbuh 9,97 kali lipat untuk periode yang sama. Atau hanya sekitar 60 persen Indonesia.
Masyarakat Vietnam kini bisa berjalan tegak. Mereka sekarang setara dengan Indonesia. Pendapatan per kapita Vietnam tahun 2025 sudah mencapai USD5.026, bisa dikatakan setara dengan Indonesia yang mencapai USD5.083. Padahal, tahun 2014, Vietnam jauh lebih miskin dari Indonesia. Pendapatan per kapita Vietnam tahun 2014 hanya USD2.000, atau 57% dari Indonesia. Tetapi, tahun 2025 sudah setara. Artinya, hanya dalam 10 tahun terakhir, Vietnam telah mengejar Indonesia.
Bahkan dalam beberapa hal, khususnya dalam pemberantasan kemiskinan, Vietnam telah melampaui Indonesia. Vietnam berhasil mengurangi tingkat kemiskinannya secara drastis. Untuk kriteria negara berpendapatan menengah atas, di mana Indonesia dan Vietnam sekarang berada, tingkat kemiskinan Vietnam tahun 2025 sudah berada di bawah 20 persen. Cukup mencengangkan.
Bayangkan, tingkat kemiskinan Indonesia, dengan kriteria yang sama, masih setinggi gunung, mencapai 68 persen atau sekitar 194 juta orang.
Kunci keberhasilan pembangunan ekonomi Vietnam tidak lain karena transformasi ekonomi yang sukses luar biara. Terjadi proses industrialisasi yang membuat ekonomi Vietnam bertumbuh pesat. Produktivitas meningkat. Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB naik dari 13 persen pada tahun 2000 menjadi 26 persen pada 2025. Sedangkan Indonesia menunjukkan tren sebaliknya, telah terjadi proses deindustrialisasi secara dini. Kontribusi sektor manufaktur Indonesia tahun 2000 masih 29 persen, kemudian menyusut tinggal 19 persen tahun 2025.
Bagaimana kondisi lima tahun ke depan?
Nampaknya tidak diragukan lagi, Vietnam akan meninggalkan Indonesia.