Butuh Waktu 2 Tahun untuk Pulihkan Andrie Yunus

[INTRO]

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan proses pemulihan Andrie Yunus, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang menjadi korban penyiraman air keras diperkirakan memakan waktu panjang, hingga dua tahun. Dengan enam bulan pertama menjadi fase krusial penanganan medis.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, menyampaikan hasil pendalaman berdasarkan keterangan tim medis yang menangani korban. Luka yang dialami Andrie dikategorikan sebagai luka bakar akibat paparan zat kimia asam kuat. “Operasi masih terus berlanjut dan akan berlangsung enam bulan sampai dua tahun ke depan untuk pemulihan,” ujar Saurlin di Jakarta, Jumat (27/3/2026) sebagaimana dikutip Detik.

Ia menjelaskan, enam bulan pertama merupakan fase krusial yang akan menentukan arah pemulihan korban, terutama dalam menjaga stabilitas luka serta melihat respons tubuh terhadap tindakan medis lanjutan.

Sementara itu, Komisioner Mediasi Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menyebut penanganan medis sejauh ini telah dilakukan secara intensif dan terukur. Namun, sejumlah kondisi spesifik, khususnya pada mata kanan korban, masih dalam tahap analisis. “Mereka belum bisa menyimpulkan apakah mengalami penurunan atau peningkatan, itu masih dalam proses,” kata Ubaid.

Komnas HAM juga mendalami dampak jangka pendek dan panjang yang dialami korban, baik secara fisik maupun psikologis. Pendalaman ini akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi penanganan yang berorientasi pada perlindungan hak korban. Sebelumnya, pihak RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta mengungkap kondisi medis terkini korban menunjukkan tantangan serius dalam pemulihan jaringan.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan tim medis menemukan kondisi iskemia pada sekitar 40 persen area bawah sklera mata kanan yang menyebabkan penipisan jaringan. “Pada Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, pasien menjalani operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik,” ujar Yoga.

Dalam operasi tersebut dilakukan pemindahan jaringan, penempelan membran amnion, serta pemasangan kembali pelindung mata untuk memperbaiki permukaan bola mata. Selain itu, tindakan debridement dan cangkok kulit juga dilakukan pada area luka bakar di mata, dada, dan pundak guna mempercepat proses penyembuhan.

RSCM menyatakan fokus penanganan saat ini adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi melalui pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin.