Iran Sentil AS: Klaim Menang, Pola Lama Seperti Vietnam Terulang!

-  

 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan kritik terhadap Amerika Serikat melalui unggahannya di platform X. Ia menilai Washington kembali menggunakan pola lama, yaitu mengklaim kemenangan meski kondisi di lapangan tidak sepenuhnya mencerminkan hal tersebut. Pernyataan ini sekaligus menegaskan pandangan Iran bahwa narasi yang dibangun AS kerap berbeda dengan realitas yang terjadi.

Perempuran AS Iran telah memasuki minggu ke 3.  

Jika melihat perkembangan terbaru, konflik antara Amerika Serikat dan Iran memang sudah memasuki sekitar minggu ketiga dan justru semakin memanas.

Sejak dimulai akhir Februari 2026, serangan militer terus berlanjut di berbagai wilayah, termasuk serangan udara besar-besaran dan balasan rudal dari kedua pihak. Dalam beberapa hari terakhir, eskalasi meningkat dengan serangan terhadap fasilitas energi, pangkalan militer, hingga jalur strategis seperti Selat Hormuz yang sangat vital bagi perdagangan minyak dunia

Naskah yang sama, panggung yang berbeda

“Orang-orang Amerika belum lupa bagaimana, bahkan ketika ratusan tentara AS tewas di Vietnam dan hasil akhirnya sudah jelas, Jenderal William Westmoreland diterbangkan pulang untuk meyakinkan publik bahwa perang berjalan dengan baik, bahwa Amerika sedang ‘menang’,” kata Araghchi di X, Jumat (20/3).

Ia melanjutkan, media juga tidak melupakan hal tersebut. Briefing dari garis depan yang dinilai penuh fantasi itu kemudian dikenal dengan sebutan Five O’Clock Follies.


“Lompat ke masa sekarang: naskah yang sama, panggung yang berbeda. Pete Hegseth [Menteri Pertahanan Amerika] tampil, dan pesannya tetap tidak selaras dengan kenyataan,” ujarnya.

Menurut Araghchi, pemerintah AS mengatakan satu hal, sementara realitas menunjukkan hal lain. Ia mencontohkan, saat otoritas AS mengklaim pertahanan udara Iran telah lumpuh, sebuah F-35 Lightning II justru terkena serangan.

 

“Ketika mereka menyatakan angkatan laut Iran sudah habis, USS Gerald R. Ford berbalik arah, dan USS Abraham Lincoln bergerak semakin menjauh. Dekade berbeda, tapi [narasi] tetap sama: ‘kami sedang menang’,” katanya.