Dudy menyampaikan Hari Raya Idulfitri 2026 berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. Dengan begitu, ia mengungkapkan masyarakat dihimbau untuk berangkat lebih awal mulai H-8 Idulfitri atau 13 Maret 2026 dengan diterapkannya work from anywhere (WFA) pada 16-17 Maret.
Ia berharap kebijakan itu mampu melandaikan puncak arus mudik yang diprediksi pada H-3 Idulfitri atau 18 Maret 2026.
"Data menunjukkan bahwa penerapan work from anywhere pada masa mudik, di tanggal 16-17 Maret, diharapkan dapat melandaikan puncak keberangkatan yang diprediksi akan jatuh pada H-3, atau Rabu 18 Maret 2026," terang Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).
Selain itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+4 Idulfitri atau 25 Maret 2026.
"Selanjutnya, dengan pemberlakuan work from anywhere pada tanggal 25-26-27 Maret, diharapkan arus balik tidak menumpuk pada H+4, atau Rabu 25 Maret, pada saat cuti bersama telah selesai," terangnya.
Adapun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membuka posko angkutan lebaran selama 18 hari pada 13-30 Maret 2026.
"Pelaksanaan posko angkutan lebaran akan dimulai pada hari Jumat tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026, dan berlangsung selama 18 hari," jelas Dudy.