Vendor Klaim Dapat Bocoran Chromebook Kemendikbud dari Pihak Google

Jakarta, - Direktur Utama PT Supertone (SPC), Tedjokusuma Raymond, mengaku memproduksi total 39 ribu unit laptop Chromebook. Raymond mengatakan pihaknya berani memproduksi banyak unit Chromebook karena mendapat bocoran spesifikasi dari pihak Google sebelum pengadaan di Kemendikbudristek dimulai.

Hal itu disampaikan Raymond saat bersaksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026). Terdakwa dalam sidang ialah Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020, Sri Wahyuningsih selaku Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah tahun 2020-2021, serta Ibrahim Arief alias Ibam selaku tenaga konsultan.

Jaksa awalnya bertanya terkait pertemuan Raymond dengan Collin Marson selaku Head Of Google For Education untuk Asia Tenggara. Raymond mengatakan Collin saat itu menyampaikan akan ada pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek pada 2021.

"Pada saat meeting online itu, apa yang disampaikan oleh Collin Marson?" tanya jaksa.

"Jadi dari Pak Collin sama Pak Ganis (selaku Strategic Partner Manager Google for Education) menyampaikan ke saya itu bahwa di tahun 2021 akan ada pengadaan yang lumayan besar dan itu akan menjadi produk Chromebook yang akan dibelikan dengan Chrome OS," jawab Raymond.