[INTRO]
Hukum rimba seolah kembali berkuasa di jalanan Tangerang Selatan. Pada Jumat sore (19/12/2025), sebuah insiden intimidasi brutal oleh kelompok penagih utang (debt collector) mengguncang kawasan Pamulang.
Tanpa memedulikan keselamatan publik, sekelompok pria mengepung sebuah kendaraan pribadi di tengah keramaian lalu lintas. Dalam rekaman video amatir yang viral, terdengar suara gedoran keras ke bodi mobil yang dibarengi dengan makian. Di dalamnya, seorang ibu dan anaknya terjebak dalam teror fisik dan psikologis, teriakan histeris mereka.
Dalam rekaman video amatir yang viral, terdengar suara gedoran keras ke bodi mobil yang dibarengi dengan makian. Di dalamnya, seorang ibu dan anaknya terjebak dalam teror fisik dan psikologis, teriakan histeris mereka memecah suasana jalanan yang mencekam. Aksi premanisme ini menjadi rapor merah bagi keamanan di wilayah
Peristiwa ini bermula di Jalan Pajajaran, Kelurahan Pamulang Barat, dari dugaan awal berasal dari senggolan kendaraan. Mobil berwarna hitam yang dikemudikan korban dilaporkan sempat bersinggungan dengan mobil berwarna putih, tetapi pengemudi enggan turun hingga memicu pengejaran dan kerumunan oleh massa.
Seorang pedagang warung di lokasi kejadian, menuturkan bahwa warga awalnya mencoba menghentikan mobil tersebut untuk meminta pertanggungjawaban atas tabrakan. Namun, situasi berubah mencekam ketika sejumlah pria mulai bertindak anarkistis dengan menggedor kaca jendela secara kasar.
“Dari dalam sebuah mobil tersebut ada suara teriakan seorang perempuan dan anak kecil yang ketakutan. Mereka tidak berani membuka kaca karena adanya kekerasan berupa gedoran pada mobil,” ujar pedagang warung Ningsih saat ditemui di lokasi, pada Sabtu (20/12/2025).
Dari kerumunan warga dan pengadangan paksa oleh penagih hutang ini sempat memacetkan arus lalu lintas di Jalan Pajajaran selama 30 menit. Kemacetan kendaraan dilaporkan cukup panjang sejak pukul 17.30 WIB. Situasi yang semakin tidak kondusif membuat pengemudi terkunci di dalam kendaraan karena khawatir akan menjadi sasaran amuk massa atau intimidasi lebih lanjut.
Suasana tegang baru mereda setelah petugas keamanan dari Rumah Sakit di sekitar lokasi turun tangan untuk mengevakuasi kendaraan dari badan jalan.
“Akhirnya ada satpam Rumah Sakit yang membantu menyingkirkan mobil karena kemacetan sudah memanjang. Setelah itu baru warga membubarkan diri,” tambah Ningsih.
Hingga kini berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian mengenai identitas yang melakukan penggedoran paksa tersebut. Kasus ini menambah panjang daftar akan kekerasan di ruang publik yang melibatkan jasa penagihan utang di Wilayah Satelit Jakarta