-
Seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo Purba, menjadi korban penembakan saat tengah bersepeda. Peristiwa tragis itu disebut memiliki kaitan dengan aktivitas kelompok kriminal yang dikenal dengan nama One Family. Staf KBRI di Peru Tewas Ditembak, Diduga Terkait Geng Kriminal
Peristiwa penembakan yang menimpa Zetro Leonardo Purba, staf KBRI di Lima, Peru, dikaitkan dengan jejaring geng kriminal One Family dalam kasus tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Peru menyampaikan, korban dicegat dan ditembak oleh geng tersebut dalam perjalanan di kawasan kota. Kepolisian Peru pun menyatakan pandangan serupa, menegaskan bahwa dugaan keterlibatan kelompok kriminal lokal cukup kuat.
Menanggapi insiden ini, aparat keamanan Peru mengerahkan pasukan ke Risso, wilayah yang disebut memiliki keterkaitan dengan korban maupun jalur operasi geng kriminal. Meski begitu, pihak berwenang menegaskan bahwa Zetro tidak pernah tercatat memiliki riwayat kriminal di Peru, sehingga ia diyakini hanya menjadi korban tindak kekerasan yang dilakukan jaringan geng setempat.
"Tim telah dikerahkan ke Risso. Korban tak terkait dengan geng kriminal, tetapi dilaporkan dekat atau terkait perempuan yang bekerja di daerah tersebut," menurut keterangan petugas yang dikutip dari harian Peru La Republica.
"Dan laki-laki yang dijuluki El Chino yang diyakini terlibat dalam kematian tersebut," imbuhnya.
Aparat menilai El Chico adalah figur penting dalam geng One Family, kelompok yang lekat dengan praktik konstitusi paksa hingga jasa pembunuh bayaran. Mereka juga menunjukkan adanya kontak perempuan berkode negara Venezuela dan Kolombia di ponsel Zetro.
"Nomor-nomor tersebut sering dilacak. Dia sering mengunjungi lokasi itu," ujarnya.
Rekaman kamera memperlihatkan Zetro tengah bersepeda sebelum disergap dan ditembak oleh sosok tak dikenal. Tak lama berselang, seorang pengendara motor datang dan membawa kabur si penembak.
Melalui Kementerian Luar Negeri, Peru melaporkan kasus ini kepada Presiden dan otoritas Indonesia, sembari berkomitmen menuntaskan penyelidikan hingga ke akar masalah.
Elmer Schialer, selaku Menteri Luar Negeri Peru, mengumumkan bahwa pemerintah akan memfasilitasi pemulangan jenazah Zetro, beserta istri dan ketiga anaknya.
Info dari kolega yang didapat Law-justice, Zetro Leonardo Purba sebagai warga kombas Nazaret kebayoran selatan beberapa saat sebelum bertugas sempat membaptis anaknya di salah satu Gereja HKBP di jarkata selatan. Seperti tanda bahwa orang tua menyelesaikan tugas sebagai orang tua mengantar anaknya resmi sebagai meterai menjadi warga Surgawi yang dituaskan orang tua kepada anaknya dimata Gereja.
Zetro Leonardo Purba sendiri baru sekitar lima bulan bertugas di Peru dan meninggal dunia setelah ditembak oleh dua orang tak dikenal setelah mengambil uang di ATM. Kini kasus penembakan tersebut tengah didalami oleh pihak kepolisian setempat.