Jakarta, - Ternyata nama besar sang ayah terkadang justru jadi batu sandungan dan bisa membuat pesepakbola sulit berkembang. Sulit keluar dari bayang-bayang sang legenda.
Sedikitnya ada tiga pesepakbola yang mengalami hal serupa. kariernya mandek dan tak sehebat nama besar sang ayah hingga akhirnya memilih pensiun dini.
Romeo Beckham , Cristian Totti, dan Enzo Zidane memilih pensiun dini dari sepak bola. Ketiganya mencoba mengikuti jejak ayah mereka yang legendaris, namun tak mampu bersinar.
Para pemain tersebut tak sanggup memikul nama besar sang ayah dengan kenyataan di lapangan. Pensiun dini jadi pilihan daripada menjalani pekerjaan di bawah bayang-bayang.
Tekanan besar dari publik dan media, membuat mereka sulit berkembang. Bayang-bayang sosok ayah yang melegenda seolah menghantui kemana pun mereka pergi.
1. Romeo Beckham
Romeo sempat mencoba terjun di sepak bola karena terinspirasi dengan ayahnya sang legenda Manchester United dan timnas Inggris, David Beckham.
Putra kedua pasangan David Beckham dan Victoria, ini sempat mencoba jadi pemain profesional di Inter Miami mulai tahun 2001. Klub MLS yang didirikan sang ayah.
Kemampuan Romeo ternyata tak seistimewa nama besar sang ayah. Inter Miami saja sempat meminjamkannya ke Brentford pada 2023 namun sang pemain akhirnya memilih untuk pensiun di usia 22 tahun.
Romeo kini memilih terjun ke dunia model. Belum lama ini dia turut ambil bagian dalam panggung peragaan busana Versace di Milan Fashion Week 2025.
2. Cristian Totti
Belum sempat menapaki puncak karier, Cristian memilih mundur dari sepak bola di usia yang masih amat muda, yakni 19 tahun.
Beban nama besar sang ayah Francesco Totti, yang merupakan legenda AS Roma dan timnas Italia, membuatnya sulit menikmati permainan yang dulu ia cintai.
Tekanan dari media, komentar sinis di media sosial, dan ekspektasi publik yang besar membuat putra sulung Francesco Totti ini layu sebelum berkembang.
Namun, Cristian tak benar-benar meninggalkan sepak bola. Saat ini dia membantu mengelola Totti Soccer School bersama pamannya, Riccardo Totti, dan manajer Claudio D`Ulisse.
3. Enzo Zidane
Zinedine Zidane adalah legenda yang tidak terbantahkan. Dia sedikit dari pesepakbola yang sukses meraih trofi bergengsi sebagai pemain dan pelatih.
Zizou, sapaan akrab Zinedine Zidane, pernah membawa Prancis juara Piala Dunia 1998. Dia juga sukses mengantar Real Madrid raih gelar Liga Champions saat aktif bermain maupun ketika jadi pelatih.
Sementara, Enzo harus berjuang dari bawah. Meski sempat masuk akademi Real Madrid, Enzo harus merangkak dari klub-klub gurem.
Klub divisi ketiga Spanyol Fuenlabrada tercatat sebagai klub terakhir yang diperkuat Enzo. Ia gabung pada musim 2022/2023 dan tampil 29 kali di seluruh kompetisi.
Setelah setahun menganggur tanpa klub, putra sulung Zidane itu memutuskan gantung sepatu di usia 29 tahun. Lagi-lagi nama besar sang ayah tak bisa menentukan karier putranya.