-
Nilai rupiah semakin terdeperesi dampak dari kebijakan Donald Trump yang meciptakan tarif tinggi seperti tembok buat negara mitranya . Adanya kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengenakan tarif impor resiprokal ke sejumlah negara, mengakibatkan rupiah kian terdepresi. Ini berpotensi akan membuat harga produk dari Indonesia menjadi semakin murah harganya di pasar global.
Akhirnya Bank Indonesia (BI) mengambil langkah intervensi di pasar off-shore atau Non Deliverable Forward (NDF) harga untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 7 April 2025.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap tingginya tekanan global. "RDG BI pada 7 April 2025 memutuskan untuk melakukan intervensi di pasar off-shore atau Non Deliverable Forward (NDF) guna stabilisasi nilai tukar rupiah dari tingginya tekanan global," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (7/4/2025).
Diberitakan juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apakah Bakal Tembus 17.200 Per Dollar AS
Denny menambahkan kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan oleh pemerintah Amerika Serikat pada 2 April 2025, serta respons kebijakan retaliasi tarif oleh pemerintah China pada 4 April 2025, telah menyebabkan gejolak di pasar keuangan global. "Termasuk arus modal keluar dan tingginya tekanan pelemahan nilai tukar di banyak negara, khususnya negara emerging market," imbuhnya.
Dia juga mencatat tekanan terhadap nilai tukar rupiah telah terlihat di pasar off-shore di tengah libur panjang pasar domestik untuk merayakan Idul Fitri 1446H. Intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia di pasar off-shore berlangsung secara berkesinambungan di berbagai wilayah, termasuk Asia, Eropa, dan New York. Selanjutnya, BI berencana untuk melakukan intervensi secara agresif di pasar domestik mulai tanggal 8 April 2025.
Langkah ini mencakup intervensi di pasar valas (Spot dan DNDF) serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Selain itu, Denny menyatakan bahwa Bank Indonesia akan mengoptimalkan instrumen likuiditas Rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan domestik.
"Perlunya Sederetan langkah-langkah strategi dari Bank Indonesia ini ditujukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang semakin melemah , serta menjaga kepercayaan pelaku pasar dan investor terhadap Indonesia," tutupnya.