Pesantren (PonPes) Al Zaytun dipimpinan Panji Gumilang Masih Lanjut

-  

Pondok Pesantren (PonPes) Al Zaytun  yang viral saat ini  dipimpin Panji Gumilang masih terus berlanjut polimiknya .  Sebelumnya, diketahui pada pertengahan  bulan Juni  , yaitu  15 Juni 2023 sekelompok massa yang mengatasnamakan Forum Indramayu Menggugat (FIM) berunjuk rasa di depan PonPes Al Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Forum Indramayu Menggugat ini mendesak agar para pihak terkait untuk menyelidiki pondok pesantren yang diduga mengajarkan kesesatan ini.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat buka suara perihal masalah PonPes Al Zaytun yang berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

 

Berdasarkan musyawarah para pemangku kepentingan, dihasilkan keputusan berupa pembentukkan tim khusus yang akan melakukan penyelidikan dan investigasi terhadap PonPes Al Zaytun.

Adapun para stake holder tersebut meliputi MUI Jawa Barat, Pemda, Polda Jawa Barat, Kodam III/ Siliwangi, dan Kementerian Agama.

Bahkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sempat menyebut PonPes Al Zaytun rutin menerima dana dari Kementerian Agama.

Namun, Kementerian Agama (Kemenag) mengklarifikasi dana tersebut merupakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kemenag pun siap membekukan izin ponpes ini jika terbukti melanggar.

Pimpinan PonPes Al Zaytun, Panji Gumilang pun telah diperiksa oleh Bareskrim Polri terkait dugaan penodaan atau penistaan agama karena beberapa ucapannya yang kontroversial.

Bareskrim Polri juga akan memanggil para saksi ahli dan pemuka agama terkait dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Panji Gumilang.

Panji Gumilang juga diketahui memegang 289 rekening bank yang sudah diblokir PPATK— yang terdiri dari 33 rekening atas nama ponpes dan 256 rekening lainnya atas nama pribadi.

Bahkan, Bareskrim Polri juga menduga Panji Gumilang terlibat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan akan segera melakukan penyelidikan

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga akan segera mengeluarkan fatwa terkait Ma`had atau PonPes Al Zaytun dalam waktu dekat.

Dibawah ini  beberapa pernyataan Panji Gumilang yang dituding publik sesat dan kontroversial.

1. Meragukan Kebenaran Al Quran

Panji Gumilang sempat mempertanyakan apakah Al Quran itu murni firman Allah Subhanahu wa Ta`ala atau bukan. Menurutnya, Al Quran itu adalah perkataan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam.

2. Menyebut Indonesia `Tanah Suci` Sama Seperti Mekkah

 Dedengkot PonPes Al Zaytun ini juga menyebut Indonesia merupakan `Tanah Suci` yang sebenarnya, bukan Mekkah dan Madinah.  Bahkan, ia juga dikabarkan pernah mengatakan ummat Muslim di Indonesia tidak perlu beribadah haji ke Mekkah dan Madinah karena Indonesia adalah `Tanah Suci` seperti yang dikatakannya. Namun, hal tersebut dibantah Panji. 

3. Memperbolehkan Saf Solat Pria dan Wanita Bercampur

Pernyataan kontroversial lainnya ialah memperbolehkan bercampurnya saf solat pria dan wanita. Hal ini terlihat ketika viral video yang memperlihatkan solat Idul Fitri 1444 H/ 2023 beberapa waktu lalu.

Dalam video itu, nampak antara jamaah pria dan wanita diposisikan sejajar tanpa pembatas dan bercampur— seorang jamaah wanita terlihat berada di saf paling depan di antara jamaah pria.

Menurutnya, ia yang mengaku menganut ,`Mazhab Sukarno`— beranggapan pria dan wanita memiliki hak yang sama dalam hal saf solat.

Selain itu, antar jamaah satu dengan yang lainnya juga nampak berjarak cukup renggang. Jelas, hal ini menuai kontroversi di masyarakat khususnya di kalangan ummat Muslim.

4. Mengajak Mengucapkan dan Menyanyikan `Salam Yahudi`

Akhirnya  saya bisa berbicara dengan Robin Simanullang. Ia adalah orang Kristen yang ikut salat Idul Fitri di pesantren Al-Zaytun Lebaran yang lalu. Robin berada di saf paling depan, hanya duduk di kursi. Ia tidak ikut salat seperti jamaah lainnya, tapi Robin duduk khusyuk berdoa sesuai dengan agamanya.  “Saya sudah ikut salat Idul Fitri sejak tahun 2002 atau 2003. Setiap tahun. Sudah seperti wajib,” katanya.

Robin mengaku suka mendengarkan khotbahnya. Sangat sejuk. Ia, katanya, selalu kangen mendengar khotbah yang dibawakan oleh pimpinan Al-Zaytun Syekh Panji Gumilang.

Perkenalannya dengan Al Zaytun justru ketika ia tahu pesantren itu begitu banyak diserang di kalangan Islam. Sebagai wartawan ia ingin tahu ada apa di Al-Zaytun. Lalu pergi ke Indramayu. Ke Haurgeulis. Ke pesantren itu.

Robin kaget. Begitu besar Al-Zaytun. Begitu modern. Tertata. Lalu ia menemui Syekh Panji. “Mau keliling dulu baru wawancara, atau wawancara dulu baru keliling,” ujar Robin mengutip kata-kata Syekh ketika itu. “Saya pilih keliling dulu,” jawabnya.

Saat keliling pesantren itu Robin melihat brosur Al-Zaytun. Di situ disebutkan mata pelajaran apa saja yang diajarkan. Salah satunya: Pancasila. Robin kaget. Di zaman itu sudah ada pesantren yang punya mata pelajaran Pancasila.

Setelah wawancara Robin berkesimpulan bahwa pesantren ini tidak seperti yang diisukan: sebagai jaringan Negara Islam Indonesia (NII). Belakangan Robin justru mendengar penegasan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), kala itu, Jenderal Hendropriyono bahwa semua isu itu tidak benar.

Rupanya pernah ada seorang unsur pimpinan di situ yang keluar atau dikeluarkan. Ia yang awalnya membuat isu NII tersebut. Bahkan belakangan ada usaha untuk mengambil alih Al-Zaytun yang asetnya begitu besar.

Jadi terlepas Al-Zaitun ini salah atau tidak, negara memang harus turun tangan dan bertindak tegas. Jika Panji Gumilang punya kesalahan maka bisa diproses hukum, tetapi Panji Gumilang juga punya hak membela diri, jadi tidak bisa semena-mena kan?

Dan tidak mudah masalah Al-Zaitun ini, karena sudah lama dan juga diduga melibatkan banyak tangan-tangan yang kuat. Lalu MUI yang juga berdiri di zaman Orde baru, diduga dulu adalah ormas yang sengaja didirikan untuk menandingi ormas terbesar NU dan Muhammadiyah, dan akhirnya seperti apa yang kita lihat sekarang ini. Jadi sama-sama dari Orba .