Zarco yang Sibuk dengan Motornya Sendiri

Jum'at, 14/09/2018 15:39 WIB
Pembalap Yamaha Tech 3 Johann Zarco

Pembalap Yamaha Tech 3 Johann Zarco

law-justice.co - Para pembalap Yamaha sedang dirundung sedih. Baik Valentino Rossi, Maverick Vinales, maupun Johann Zarco, tidak ada yang naik podium dalam GP San Marino, akhir pekan lalu. Zarco bahkan mengeluh bahwa ia justru sibuk dengan motornya sendiri.

Posisi terbaik diraih oleh Vinales yang finis kelima. Sementara Rossi dan Zarco hanya mampu finis ketujuh dan kesepuluh. Rossi mengeluh dengan bannya. Vinales mempermasalahkan cengkeraman motor yang selalu menyulitkan saat akselerasi.  

Sedangkan pembalap Tech3 Yamaha Johann Zarco mengatakan, dia harus bertarung dengan motornya sendiri, dengan beberapa kendala yang belum mampu ia pecahkan dalam beberapa balapan terakhir.

Awalnya, Zarco menargetkan posisi runner-up di sirkuit Misano. Berharap hanya di belakang juara bertahan Marc Marquez. Namun ia tidak pernah mencapai posisi itu, selain saat menjalani balapan di Argentina, awal tahun lalu. Pembalap asal Prancis itu tidak kunjung bisa memperbaiki posisinya di klasemen sementara, dan terus bertengger di posisi ke-10.

Zarco mengatakan, kelemahannya tampak ketika ia mulai memasuki tikungan. Di situ ia sering kehilangan kecepatan dan tertinggal dari pembalap lainnya.

"Sulit untuk menerimanya, tetapi saya harus menerima itu. Kemudian tetap bekerja dan mencoba untuk selalu menemukan kesenangan pada motor dengan perasaan yang baik,” kata Zarco, sebagaimana dilansir dari Autosport.

"Selama latihan, kami merasa lebih baik. Tapi selama balapan, Anda harus melakukan banyak lap berturut-turut, maka ada saat itu menjadi begitu sangat sulit.

"Saya berada di belakang yang lain dan [tiba-tiba] saya tertinggal dari yang lain.

"Itulah intinya yang membuat saya sedih ketika saya balapan. Tidak ada cara untuk mendorong motor.

"Aku tidak bertarung dengan yang lain. Aku bertarung dengan motorku sendiri. Itu tidak bagus."

Zarco membantah bahwa pilihannya menggunakan ban lunak menjadi penyebab ia gagal di Misano. Pembalap 28 tahun itu mengatakan, tidak ada pilihan lain baginya selain memilih ban yang lunak.

"Jika Anda mengambil ban lain maka Anda kehilangan pegangan.

"Dan jika kamu kehilangan cengkeraman, motor itu menjadi tidak mungkin untuk dikendarai, jadi aku tidak menginginkan itu."

(Januardi Husin\Reko Alum)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar