DKI Jakarta Jadi Provinsi Paling Banyak Varian yang Diwaspadai WHO

Kamis, 07/04/2022 11:50 WIB

DKI Jakarta disebut menjadi provinsi dengan jumlah kasus varian virus corona (Covid-19) yang tergolong `Variant of Concern` (VoC) terbanyak di Indonesia.


Ahli Wabah Sebut Deltacron Tak Cukup Berbahaya, ini Alasannya

Senin, 21/03/2022 18:00 WIB

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengatakan mutasi SARS-CoV-2 varian Deltacron, yang merupakan gabungan mutasi dari varian Omicron dan Delta, belum cukup berbahaya dibandingkan mutasi lainnya.


Kasus Deltacron Bermunculan, Gejalanya Lebih Mirip Delta atau Omicron?

Kamis, 17/03/2022 07:20 WIB

Deltacron sempat dikhawatirkan akan menyebabkan sakit berat seperti delta dan menyebar dengan cepat seperti omicron. Kabar baiknya, sejauh ini kedua hal tersebut tidak terbukti.


Didominasi Varian Delta, Covid di Tangsel Tembus 1.500 Kasus Per Hari

Minggu, 13/02/2022 09:16 WIB

Berdasarkan data Pemkot Tangsel, sejak awal Januari hingga pekan kedua Februari 2022 , angka kasus aktif Covid-19 di Kota Tangsel sudah menembus 12.000 kasus dan didominasi oleh varian Delta.


Muncul Varian Covid Ganas, PM Thailand hanya Bilang Begini

Selasa, 11/01/2022 15:17 WIB

Kemunculan varian baru Covid-19, yakni varian Deltacron yang merupakan kombinasi varian Delta dan Omicron yang dinilai cukup ganas tak terlalu dikhawatirkan oleh Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha. Dia hanya meminta masyarakat untuk tidak panik.


Muncul Varian Baru Covid Bernama Deltacron, Jauh Lebih Mematikan?

Senin, 10/01/2022 10:56 WIB

Adanya varian baru Covid-19 ditemukan pertama kali di Negara Siprus. Varian ini disebut deltacron, gabungan antara varian delta dan omicron.


CEO Pfizer: Orang Tak Vaksin Akan `Mengimunisasi` Sendiri Secara Alami

Kamis, 06/01/2022 10:40 WIB

Albert Bourla, CEO Pfizer menyebut bahwa orang yang tidak divaksinasi akan `mengimunisasi diri mereka sendiri secara alami` karena varian Delta sangat menular.


Omicron Belum ke RI, Menkes Justru Laporkan Varian Delta yang Masuk

Senin, 13/12/2021 18:45 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan berdasarkan laporan di seluruh dunia, pada Minggu lalu sudah ada 72 negara yang kemasukan varian Omicron. Secara kasus memang kasus varian omicron terus naik.  


Gejala Omicron Lebih Ringan Vs Delta, Benarkah Artinya Lebih Aman?

Minggu, 05/12/2021 15:01 WIB

aa Varian Omicron kini tengah menjadi perhatian dunia karena menyebabkan lonjakan kasus di Afrika Selatan dan sudah menyebar ke beberapa negara. Sejauh ini, Varian Omicron sudah ditemukan di 38 negara. Secara resmi WHO telah menyatakan varian Omicron (B.1.1.529) sebagai Variant of Concern (VOC), menyusul varian Delta (B.1.617.2, AY.1, AY.2, AY.3) yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai VOC. Para pakar berpendapat bahwa varian Omicron bisa berpotensi menjadi varian virus Corona yang paling menular karena kemampuan mutasinya yang tinggi. "Kekhawatiran kita terhadap varian Omicron adalah kemungkinan memiliki banyak mutasi dan berpotensi lebih menular dan mengganggu sistem kekebalan tubuh kita dari vaksin," ungkap Rebekah Ann Vreeland Sensenig selaku ahli penyakit menular di Riverside Health System Virginia, dikutip dari Heallthline. Perbandingan gejala Meski terdengar menyeramkan, para pakar menyebut varian Omicron memicu gejala yang relatif lebih ringan. Beberapa gejala yang dilaporkan antara lain: VDO.AI nyeri otot demam batuk kelelahan tidak mengalami kehilangan indra perasa maupun penciuman. Sementara itu, The Center of Disease Control and Prevention (CDC) menyebut varian Delta memicu gejala yang lebih berat pada orang yang tidak divaksinasi, dibanding varian sebelumnya. Beberapa gejala pada varian Delta adalah: batuk sedikit yang kehilangan penciuman sakit kepala sakit tenggorokan pilek demam. Gejala Omicron lebih ringan berarti lebih aman? Belum diketahui pasti kenapa varian Omicron memiliki gejala yang lebih ringan. Penelitian masih terus dilakukan untuk mengungkapnya. Terkait gejala Omicron yang lebih ringan, Sensenig mengungkap sisi lain. Menurutnya, gejala yang dilaporkan cenderung ringan karena diamati dari pasien dengan usia muda yang kemungkinan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Profesor epidemiologi Universiras Delaware, Jennifer Horney PhD, menyebut gejala lebih ringan akibat varian Omicron tidak sepenuhnya menjadi kabar baik karena kemampuan menularnya juga lebih tinggi. "Virus ini ingin menginfeksi orang, jika orang tersebut tidak sakit, virus kemungkinan akan menular lebih cepat untuk menginfeksi yang lain (orang-orang di luar)," ungkap Hornern. Meskipun kemampuan menular yang tinggi dari varian Omicron bisa meningkatkan potensi kekebalan kelompok (herd-immunity), tetapi Horney juga mengingatkan bahwa kekebalan alami dari virus Corona tempaknya lebih cepat hilang. "Kasus Omicron naik empat kali lipat di Afrika Selatan dalam seminggu, namun jumah Delta tergolong rendah di sana. Jadi kami tidak yakin bagaimana Omicron akan menyebar di tempat Delta banyak menyebar," ungkap Sensenig. "Masih harus dipantau bagaimana penularan Omicron pada populasi yang vaksin sebagian, sepenuhnya vaksin, dan tidak divaksin untuk menentukan apakah ada kemungkinan Omicron bisa menghindari sistem kekebalan tubuh," imbuhnya. Baca artikel detikHealth, "Komparasi Gejala Omicron Vs Delta, Benarkah Lebih Ringan Artinya Aman?" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5841183/komparasi-gejala-omicron-vs-delta-benarkah-lebih-ringan-artinya-aman.Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ Varian Omicron kini tengah menjadi perhatian dunia karena menyebabkan lonjakan kasus di Afrika Selatan dan sudah menyebar ke beberapa negara. Sejauh ini, Varian Omicron sudah ditemukan di 38 negara. Secara resmi WHO telah menyatakan varian Omicron (B.1.1.529) sebagai Variant of Concern (VOC), menyusul varian Delta (B.1.617.2, AY.1, AY.2, AY.3) yang terlebih dahulu ditetapkan sebagai VOC. Para pakar berpendapat bahwa varian Omicron bisa berpotensi menjadi varian virus Corona yang paling menular karena kemampuan mutasinya yang tinggi. "Kekhawatiran kita terhadap varian Omicron adalah kemungkinan memiliki banyak mutasi dan berpotensi lebih menular dan mengganggu sistem kekebalan tubuh kita dari vaksin," ungkap Rebekah Ann Vreeland Sensenig selaku ahli penyakit menular di Riverside Health System Virginia, dikutip dari Heallthline. Perbandingan gejala Meski terdengar menyeramkan, para pakar menyebut varian Omicron memicu gejala yang relatif lebih ringan. Beberapa gejala yang dilaporkan antara lain: VDO.AI nyeri otot demam batuk kelelahan tidak mengalami kehilangan indra perasa maupun penciuman. Sementara itu, The Center of Disease Control and Prevention (CDC) menyebut varian Delta memicu gejala yang lebih berat pada orang yang tidak divaksinasi, dibanding varian sebelumnya. Beberapa gejala pada varian Delta adalah: batuk sedikit yang kehilangan penciuman sakit kepala sakit tenggorokan pilek demam. Gejala Omicron lebih ringan berarti lebih aman? Belum diketahui pasti kenapa varian Omicron memiliki gejala yang lebih ringan. Penelitian masih terus dilakukan untuk mengungkapnya. Terkait gejala Omicron yang lebih ringan, Sensenig mengungkap sisi lain. Menurutnya, gejala yang dilaporkan cenderung ringan karena diamati dari pasien dengan usia muda yang kemungkinan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Profesor epidemiologi Universiras Delaware, Jennifer Horney PhD, menyebut gejala lebih ringan akibat varian Omicron tidak sepenuhnya menjadi kabar baik karena kemampuan menularnya juga lebih tinggi. "Virus ini ingin menginfeksi orang, jika orang tersebut tidak sakit, virus kemungkinan akan menular lebih cepat untuk menginfeksi yang lain (orang-orang di luar)," ungkap Hornern. Meskipun kemampuan menular yang tinggi dari varian Omicron bisa meningkatkan potensi kekebalan kelompok (herd-immunity), tetapi Horney juga mengingatkan bahwa kekebalan alami dari virus Corona tempaknya lebih cepat hilang. "Kasus Omicron naik empat kali lipat di Afrika Selatan dalam seminggu, namun jumah Delta tergolong rendah di sana. Jadi kami tidak yakin bagaimana Omicron akan menyebar di tempat Delta banyak menyebar," ungkap Sensenig. "Masih harus dipantau bagaimana penularan Omicron pada populasi yang vaksin sebagian, sepenuhnya vaksin, dan tidak divaksin untuk menentukan apakah ada kemungkinan Omicron bisa menghindari sistem kekebalan tubuh," imbuhnya. Baca artikel detikHealth, "Komparasi Gejala Omicron Vs Delta, Benarkah Lebih Ringan Artinya Aman?" selengkapnya https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5841183/komparasi-gejala-omicron-vs-delta-benarkah-lebih-ringan-artinya-aman.Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/


Terdeteksi jadi Klaster Covid, Ribuan Siswa Dikurung Pemerintah China

Senin, 15/11/2021 19:40 WIB

China mengisolasi kampus Zhuanghe University City di Kota Dalian dan 1.500 mahasiswanya setelah mendeteksi puluhan pelajar di sekolah itu positif Covid-19.