Arti Dibalik Pencabutan Larangan Media Siarkan Kekerasan Aparat Negara

Jum'at, 09/04/2021 10:19 WIB

Larangan bagi pers untuk menyiarkan kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara termasuk pihak kepolosian sesungguhnya bertentangan dengan  Pasal 4 ayat 2 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers s yang menyatakan  "Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran."


Soal Telegram Larang Media Tayangkan Kekerasan Polisi, Kapolri: Maaf!

Rabu, 07/04/2021 07:31 WIB

"Mohon maaf atas terjadinya salah penafsiran yang membuat ketidaknyamanan teman-teman media. Sekali lagi kami selalu butuh koreksi dari teman-teman media dan eksternal untuk perbaikan insititusi Polri agar bisa jadi lebih baik," kata Sigit.


Telegram Kapolri Ternyata Bertujuan untuk Perbaiki Citra Polisi

Selasa, 06/04/2021 19:58 WIB

Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang melarang penyiaran tindakan arogansi aparat kepolisian sudah resmi dicabut karena menuai banyak protes. Namun ternyata, tujuan dari Telegram bernomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal 5 April 2021 itu untuk merubah citra kepolisian yang profesional dan humanis.


Panen Kritik, Kapolri Cabut Larangan Media Liput Arogansi Polisi

Selasa, 06/04/2021 17:09 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mencabut telegram ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021, yang dikritik karena mengatur larangan pemberitaan mengenai arogansi dan kekerasan polisi, Selasa (6/4/2021).  


Mabes Polri Ralat Telegram Kapolri Soal Media: Larangan Untuk Internal

Selasa, 06/04/2021 15:43 WIB

Mabes Polri akhirnya meluruskan isu aturan pelarangan peliputan tindak kekerasan dan arogansi kepolisian oleh media.  


Tanggapi Telegram Kapolri, KontraS: Jangan Ganggu Tugas Jurnalis!

Selasa, 06/04/2021 13:03 WIB

Telegram Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang melarang media menyiarkan kekerasan serta arogansi anak buahnya, menuai kecaman dari banyak pihak.  


Kapolri Terbitkan Telegram, Media Dilarang Tampilkan Kekerasan Aparat

Selasa, 06/04/2021 11:43 WIB

"Media dilarang menyiarkan upaya/tindakan kepolisian yang menampilkan arogansi dan kekerasan. Kemudian diimbau untuk menayangkan kegiatan kepolisian yang tegas namun humanis," tuis Listyo dalam telegram tersebut.


Sebut Senior Demokrat Dorong KLB, Andi Mallarangeng: Mereka Broker!

Selasa, 23/02/2021 15:40 WIB

Sejumlah eks kader dan senior Partai Demokrat kembali mendorong KLB untuk menumbangkan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyebut mereka yang kerap mendorong Kongres Luar Biasa (KLB) adalah broker-broker politik. 


Polda Metro Sebut Telegram Kapolri soal Pembubaran FPI Hoaks

Jum'at, 25/12/2020 06:14 WIB

"Hoaks..yang (surat) telegram itu," ujar Yusri.


Beredar Surat Kapolri Sebut Jokowi Mau Bubarkan 6 Ormas Islam, Ada FPI

Kamis, 24/12/2020 14:11 WIB

Ormas tersebut yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Jamaah Ansarut Tauhit (JAT), Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI), Forum Umat Islam (FUI), dan Front Pembela Islam (FPI).