Polemik TWK KPK, Komnas HAM Periksa Firli Bahuri Cs Hari Ini

Selasa, 08/06/2021 08:55 WIB

Namun, ia berharap agar pimpinan KPK dapat menghadiri panggilan. Hal itu semata-mata agar publik mengetahui secara jelas dan jernih terkait permasalahan TWK ini.


Kecewa Abu Janda Temui Pigai, Warga Papua: Jadi Legitimasi Hina Kita!

Selasa, 09/02/2021 12:00 WIB

"tetapi sebagai anak Papua, saya juga sangat kecewa, terhadap apa yang Kk NP sampaikan. Ini bisa menjadi legitimasi Publik untuk menghina Kita Orang Papua."


Kasus Laskar FPI Dibawa ke ICC, Pengacara: Ada yang Panik & Paranoid!

Kamis, 28/01/2021 08:31 WIB

"Ada yang makin panik paranoid, segala cara ditempuh, siapapun penghalangnya, yang membeberkan fakta akan di kriminalisasi. Komplotan pembunuh enam Laskar FPI kejang-kejang, karena beritanya masih terus viral," ucapnya.


Kasus Laskar FPI Dibawa ke Internasional, Komnas HAM:Tak Akan Berhasil

Senin, 25/01/2021 11:23 WIB

Taufan menuturkan, Mahkamah Internasional dibangun sebagai komplementari atau melengkapi sistem hukum domestik negara-negara anggota Statuta Roma.


Bisa Kelabui Polisi, Ketua Komnas HAM: Laskar FPI Pengawal HRS Tertawa

Senin, 18/01/2021 08:17 WIB

Selain tertawa, dari rekaman suara itu diketahui pula enam laskar pengawal Habib Rizieq mencoba melakukan provokasi. Salah satunya yakni berupaya menubruk kendaraan milik anggota polisi.




Rekomendasi Komnas HAM soal FPI, ProDEM: Bentuk Pengadilan HAM Adhoc!

Minggu, 10/01/2021 12:57 WIB

"Jika tak punya pengadilan HAM, ya bentuklah adhoc. Padahal telah lama didesak agar dibentuk pengadilan HAM Adhoc. Investigasi dan penyelidikan yang dilakukan @KomnasHAM, jika ditemukan bukti² kuat terjadi pelanggaran HAM, penegakkan hukumnya mesti lewat pengadilan HAM. Koplak!" ujarnya lagi.


Komnas HAM: Proyektil Identik dengan Pistol Barang Bukti Laskar FPI

Jum'at, 08/01/2021 06:38 WIB

"Pistol gagang putih dan gagang cokelat serta pistol polisi identik,"


Komnas HAM Pastikan Kronologi Penembakan Laskar FPI Beda dengan Polri

Rabu, 06/01/2021 05:02 WIB

Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara mengatakan, kronologi versi Komnas HAM disebut lebih lengkap dari kronologi kejadian yang dimiliki Polri.