Dua Polisi Penembak Laskar FPI Tak Ditahan, Kejagung Ungkap Alasannya

Rabu, 25/08/2021 10:40 WIB

"Terhadap para tersangka tidak dilakukan penahanan karena beberapa pertimbangan obyektif," kata Leonard.


Berkas Rampung, Polisi Penembak Laskar FPI Diadili di PN Jakarta Timur

Selasa, 24/08/2021 09:58 WIB

Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima pelimpahan tahap II alias tersangka dan barang bukti dalam kasus penembakan dan pembunuhan di luar hukum (Unlawful Killing) terhadap laskar FPI di KM 50 tol Cikampek pada akhir tahun lalu.


2 Sosok Jenderal ini Tak Cuma Korupsi, Tapi Ada Jejak Pelanggaran HAM

Minggu, 15/08/2021 18:30 WIB

Kejaksaan Agung bakal mendakwa dua jenderal purnawirawan sebagai pelaku korupsi di PT Asabri yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp22,78 triliun.  


Usut Korupsi Hibah KONI, Kejagung Telusuri Aliran Dana ke Atlet

Selasa, 15/06/2021 09:58 WIB

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini tengah menelusuri dugaan korupsi dana hibah pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang mengalir ke sejumlah atlet. 


Ternyata Jaksa Pinangki Masih ASN, Kejagung Hanya Copot Jabatannya

Rabu, 02/12/2020 10:40 WIB

"Belum [dicabut status ASN-nya], hanya jabatan strukturalnya saja," kata dia.


Ini Kronologis Pinangki Terima Suap Djoko Tjandra untuk Urus Fatwa MA

Jum'at, 18/09/2020 04:36 WIB

"Terdakwa Pinangki Sirna Malasari dan Saudara Anita Kolopaking bersedia memberikan bantuan tersebut dan Saudara Joko Soegiarto Tjandra bersedia menyediakan imbalan berupa sejumlah uang sebesar USD 1.000.000 untuk terdakwa PSM" Ujarnya.


Kejagung Tetapkan Politikus NasDem Tersangka Kasus Jaksa Pinangki

Rabu, 02/09/2020 18:36 WIB

Kejaksaan Agung menetapkan seorang pengusaha swasta bernama Andi Irfan Jaya, sebagai tersangka. Andi menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap jaksa Pinangki Sirna Malasari.


Ini Kata Kejagung soal Fee Broker Jiwasraya yang Diduga Capai Rp54 M

Rabu, 22/01/2020 08:16 WIB

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Hari Setiyono mengaku masih mendalami dugaan fee fiktif sebesar Rp. 54 miliar yang mengalir ke broker.