Ribut soal Ajakan Demo, 5 Mahasiswa Unpam jadi Tersangka Pengeroyokan

Jum'at, 29/10/2021 21:55 WIB

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, 5 Mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka sesuai dengan alat bukti yang didapat dalam penyelidikan.  



Mahasiswa BEM SI Aksi di KPK Diduga Diretas, Alami Kejadian Aneh ini

Senin, 27/09/2021 22:40 WIB

Dua mahasiswa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menggelar aksi di depan Gedung KPK, Jakarta diduga mengalami peretasan akun WhatsApp hingga doxing di media sosial.Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Abid Hanifi mengaku akun WhatsApp sudah tak bisa diakses sejak pagi tadi. Selain itu, akun Tokopedia miliknya juga diduga diretas dengan pesanan celana sejumlah Rp2 juta. Jumlahnya (pesanan di Tokopedia) dua juta (rupiah), saya jadi kaget kan," kata Abid yang juga aktif di BEM UMP, Senin (27/9). Abid mengaku baru menyadari akun WhatsApp diduga diretas saat akan absen kuliah daring pukul 07.00 WIB. Akunnya sudah tidak bisa diakses. Tidak hanya itu, Abid menyebut rumahnya didatangi oleh orang tak dikenal yang menanyakan keberadannya. "Yang nemuin adek saya, tapi belum jelas juga (ceritanya) karena saya belum bisa menghubungi orang rumah," ujar Abid. Saat berada di tengah aksi, Abid menyadari bahwa muncul unggahan Instagram yang memuat foto dan data dirinya. Unggahan tersebut menandai akun Instagram Abid hingga muncul banyak komen yang bermuatan ujaran kebencian pada dirinya. "Caption post-nya bilang `orang ini dicari, tangkap saja`," katanya. Data Diri Disebar di Medsos Serupa dengan Abid, aktivis BEM Universitas Soedirman Muhammad Ihtisamuddin data dirinya juga disebarkan melalui sosial media hingga pemesanan tak dikenal melalui ojek online. Pada unggahan di Instagram yang memuat foto dirinya tertulis data diri seperti alamat rumah, jurusan dan angkatan dirinya, juga nomer handphone. Unggahan tersebut diawali dengan kalimat, "Pak Polisi kalau mau cari otak perusuh nih aku bantuin salah satunya". Setelah ia menonaktifkan akunnya, terdapat notifikasi bahwa ada upaya peretasan terhadap akun Instagramnya. "Ada yang berusaha log in (akun Instagram), lokasinya dari Bekasi," ujar Ihsam. Sedangkan pemesanan tak dikenal tersebut datang ke rumah Ihsam berupa makanan senilai Rp100 ribu. Makanan tersebut dikirimkan ke rumahnya daerah Cawang, Jakarta Timur. "Awalnya dikirim ke rumah nenek saya, lalu diarahkan ke rumah saya," ujar Ihsam. Ihsam menemukan terdapat akun anonim di twitter yang menyebarkan data dirinya. Akun tersebut juga mengunggah grup WhatsApp tempatnya berkomunikasi perihal pergerakan mahasiswa. "Saya sampai ganti nomer di telegram, shopee, line, bahkan linkedin juga," katanya. Sebelumnya, delapan pegawai KPK yang dipecat diduga mengalami peretasan pada akun WhatsApp dan Telegram. Mereka antara lain Waldy Gagantika, Qurotul Aini Mahmudah, Farid Andhika, Damanik, Christie Afriani, Tri Artining Putri, Rieswin Rachwell, dan Nita Adi Pangestuti.    


Demo di Istana, Mahasiswa Papua ini Minta Pelaku Rasisme Dihukum Berat

Rabu, 10/02/2021 16:02 WIB

Puluhan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Rasisme berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat. Unjuk rasa mereka dalam rangka menolak sikap rasis terhadap orang Papua yang masih saja terjadi.


Ancam Buat Kegentingan, BEM SI Desak Jokowi Terbitkan Perppu 8x24 Jam

Rabu, 21/10/2020 05:59 WIB

"Apabila tidak bisa melakukan hal tersebut dalam 8x24 jam maka kami memastikan gerakan besar mahasiswa menciptakan kegentingan nasional tepat pada Hari Sumpah Pemuda," kata Koordinator BEM SI di lokasi aksi.


Hari Ini BEM SI Bakal Kepung Istana, Ini Titik Pengalihan Arus Lalin

Jum'at, 16/10/2020 09:34 WIB

Antisipasi Demo, Polda Metro Tutup Jalan Menuju Istana Merdeka.


Antisipasi Unjuk Rasa, Polisi Rekayasa Lalin

Kamis, 08/10/2020 11:05 WIB

Antisipasi kemacetan berkaitan dengan adanya aksi massa, Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas. Titik demo hari ini terpusat di dua lokasi, yakni di sekitar gedung DPR dan Istana Negara.


Mahfud MD: Pukul Mahasiswa Saat Demo, Polisi Tak Melanggar HAM

Rabu, 11/12/2019 08:10 WIB

Menurut dia, aksi main pukul polisi kepada massa aksi demonstrasi yang menolak hasil pemilu 22-23 Mei atau menolak revisi UU KPK di DPR-MPR adalah suatu hal yang tidak melanggar HAM.


Hari Ini Polri Gelar Perkara Kasus Tewasnya Mahasiswa Kendari

Rabu, 06/11/2019 09:25 WIB

Penyidik jajaran Direktorat Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melakukan gelar perkara kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, yang diduga meninggal akibat tembakan saat terjadinya aksi unjuk rasa penolakan RKUHP dan RUU kontroversial lainnya pada September lalu.


Terbukti Lepas Tembakan, 6 Polisi Kendari Hanya Ditahan 21 Hari

Selasa, 29/10/2019 09:40 WIB

Dalam sidang disiplin, terungkap bahwa tiga dari enam polisi tersebut melepaskan tembakan ke udara saat mengamankan unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sultra.