Tegas! Mujahid 212 Pertanyakan Kinerja Ngabalin Selama Jadi Pejabat

Senin, 18/10/2021 05:47 WIB

“Agar clear, sebaiknya Ngabalin sebutkan daftar hasil karyanya demi negara,” ujar Damai Hari Lubis, Minggu (17/10).


Suruh Kapitra Merenung, Damai: Dulu Jual Apa ke PDIP hingga Diterima?

Senin, 06/09/2021 05:46 WIB

"Minta dia merenung lalu tanya pada dirinya sendiri. Apa yang dulu dirinya jual agar dapat bergabung, lalu diterima oleh kelompok orang yang berseberangan dengan HRS?" ujar Damai.




Politikus PDIP Diminta Cabut Laporan Soal Habib Rizieq

Rabu, 11/11/2020 21:48 WIB

Kuasa Hukum Habi Rizieq Syihab, Damai Hari Lubis meminta Politikus PDIP Henry Yosodiningrat untuk mencabut laporannya terhadap Hbaib Rizieq Syihab (HRS). Hal itu disampaikannya, karena anak buah Megawati Soekarnoputri ngotot untuk melanjutkan laporannya.


Gus Nur Cepat Ditangkap, Kasus Sukmawati, Ade Armando, Denny Siregar?

Minggu, 25/10/2020 14:15 WIB

Salah seorang anggota Mujahid 212 atau Alumni Aksi 212, Damai Hari Lubis menilai penegakan hukum di Indonesia dinilai semakin tidak berkeadilan di bawah pemerintahan Joko Widodo. 


Tinggal Urus Bayan Safar, Kepulangan Habib Rizieq Hampir 100 Persen

Senin, 19/10/2020 06:18 WIB

Damai memastikan, Habib Rizieq tidak lama lagi akan tiba di Indonesia. Kini proses kepulangan itu tinggal pengurusan bayyan safar atau administrasi bisa meninggalkan Arab Saudi.


Tak Bereaksi Gatot Dipersekusi, PA 212 Pertanyakan Keseriusan KAMI

Jum'at, 02/10/2020 08:43 WIB

“Bila action dalam bentuk perlawanan nyata atas insiden persekusi terhadap Gatot Nurmantyo nol. Maka KAMI masih patut dipertanyakan, seberapa besar keseriusannya,” ujar Damai.


Curhatan Mahfud soal Penegakan Hukum Malah Bertentangan dengan Jokowi

Senin, 21/09/2020 04:56 WIB

Sebab di satu sisi, Presiden Joko Widodo tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak main-main dengan oknum penegak hukum dan para koruptor. Jokowi sempat mengancam akan menggebuk mereka.


Jokowi Akan Dikenang Sebagai Presiden Paling Banyak Cacat Prestasi!

Selasa, 15/09/2020 12:53 WIB

“Banyak lagi dosa-dosa politik dari Jokowi selaku presiden. Entah bagaimana kelak beban pertanggungjawaban hukumnya setelah berakhir masa jabatannya Pasca 2024,” tutupnya.