Ternyata Ini Alasan Pemerintah Tagih Utang Obligor BLBI Lebih `Murah`

Rabu, 22/09/2021 11:22 WIB

"Mereka diberi pinjaman oleh negara, utang kepada negara, negara mengeluarkan obligasi, berutang ke BI, kemudian diberikan kepada mereka. Mereka membayarnya jauh lebih murah karena disesuaikan situasi saat itu," ucap Mahfud.


Satgas BLBI Panggil Tommy Soeharto Tagih Utang Rp 2,6 Triliun

Selasa, 24/08/2021 11:22 WIB

Satuan Tugas (Satgas) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) memanggil anak bungsu mantan Presiden Soeharto, Tommy Soeharto untuk menyelesaikan utangnya ke negara sebesar Rp2,6 triliun.


Garang di Awal, Pemerintah Harusnya Terbuka Jika Serius Usut Aset BLBI

Kamis, 27/05/2021 05:12 WIB

“Mestinya ini diumumkan kepada publik, siapa yang berada di struktur pelaksana Satgas. Satgas ini kan tujuannya menyelamatkan aset negara, kalau belum dibentuk segera dibentuk. Kalau sudah terbentuk, umumkan siapa saja yang bertugas sebagai eksekutor,”.


Satgas BLBI, Satyo: Upaya Tutupi Jokowi Tak Sanggup Bereskan BLBI!

Selasa, 13/04/2021 07:31 WIB

"Hal simpel kok dibikin ribet, persoalannya apakah pejabat terkait itu punya keberanian enggak? Punya kemauan dan harus memiliki integritas tinggi. Jadi enggak perlu pakai Keppres (membentuk satgas) segala mestinya," ujar Satyo.



KPK Hentikan Kasus BLBI Sjamsul Nursalim, Kuasa Hukum: Tepat!

Jum'at, 02/04/2021 08:34 WIB

"Langkah KPK itu baik dan tepat. Memang semestinya demikian karena kasus kedua tokoh pengusaha itu dulu dikaitkan dengan perkara mantan Kepala BPPN Sjafruddin Arsyad Temenggung. Sedangkan Sjafruddin sudah lama dibebaskan oleh Mahkamah Agung," kata Maqdir


Vonis MA Bebaskan Terdakwa Korupsi Berdampak Ketidakpastian Hukum

Rabu, 10/07/2019 19:30 WIB

Putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang membebaskan terdakwa kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temenggung, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional/BPPN akan berimbas terhadap ketidakpastian hukum di Indonesia. Demikian penilaian Ahli hukum sekaligus Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Dr Nurul Ghufron.