Survei Index: Elektabilitas Prabowo dan Jokowi Naik Tipis

Sabtu, 12/01/2019 12:56 WIB
Demokrat Akan Tentukan Arah Koalisi usai Rapat Majelis Tinggi ( foto : tribunnews.com)

Demokrat Akan Tentukan Arah Koalisi usai Rapat Majelis Tinggi ( foto : tribunnews.com)

Jakarta, law-justice.co - Hasil survei yang dilakukan lembaga Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno naik menjadi 32,3 persen dari survei periode November 2018 sebesar 30,6 persen. Kendati demikian, Jokowi tetap mengungguli Prabowo Subianto di tengah isu politisasi agama. 

"Temuan lembaga survei indEX Research menunjukkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma ruf tetap jauh mengungguli pasangan Prabowo-Sandi," jelas Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu. 

Survei indEX Research dilakukan pada 17-28 Desember 2018, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Vivin mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 55,6 persen, terpaut 20 persen dibanding Prabowo-Sandi yang meraih 32,3 persen. Sementara sisanya sebanyak 12,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya pada periode November 2018, elektabilitas kedua pasangan cenderung tidak berubah signifikan.

Sebelumnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,6 persen. Responden yang tidak tahu atau tidak menjawab turun dari sebelumnya 14,8 persen.

Dia menilai, meskipun sudah tidak lagi efektif sebagai strategi politik, namun politisasi agama tidak akan menghilang begitu saja.

Dia mengatakan gelombang politik identitas bernuansa agama terus menjadi komoditas oleh elite-elite politik. Setelah memuncak pada Pilkada DKI Jakarta lalu, politisasi agama dipandang masih mewarnai wacana publik jelang pemilu serentak pada April mendatang.

"Perdebatan tentang hubungan agama dan negara sudah setua umur republik, sudah saatnya wacana tersebut dikelola dengan baik setelah dinamika pascareformasi silam," kata Vivin. (ant)

(\)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar