Soal Pemutaran Film Tan Malaka, Begini Kata Fadli Zon

Selasa, 24/04/2018 17:21 WIB
Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI (Januardi Husin)

Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI (Januardi Husin)

law-justice.co - Wakil ketua DPR RI Fadli Zon berkomentar tentang pemutaran film Maha Guru Tan Malaka yang sempat mendapat tekanan dari beberapa kelompok di Padang, Sumatera Barat. Fadli mengatakan, masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa Tan Malaka adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia.

Fadli menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang meneror panitia penyelenggara film Tan Malaka. Ia menegaskan, tidak ada keraguan sedikitpun tentang peran Tan Malaka dalam mewujudkan revolusi Indonesia 1945.

“Tan Malaka adalah pahlawan nasional yang sudah diakui oleh negara. Perannya terhadap revolusi sangat luar biasa. Jelas sekali Tan itu tokoh pendiri bangsa,” ujar Fadli di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Selain itu, ia juga menilai Tan Malaka sebagai seseorang yang agamis. Tan adalah salah satu tokoh Komunis di Indonesia yang gencar mengampanyekan persatuan antara Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan gerakan-gerakan Islam lainnya. Bagi Tan, komunisme di Indonesia tidak boleh memisahkan diri agama, karena masyarakat Indonesia memiliki kultur berbeda dengan di Rusia atau di China. Ide liarnya itu juga yang membuat Tan justru dianggap sebagai penghianat oleh sebagian besar tokoh PKI.

“Dia juga tokoh muslim yang luar biasa. Saya kira dia bukan seorang ateis,” ujar Fadli.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menambahkan, masyarakat hanya perlu diberi pemahaman lebih banyak tentang sosok Tan Malaka. Terutama perannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan melawan segala bentuk penjajahan di atas dunia.  

“Itu juga menjadi bagian dari sebuah upaya meluruskan sejarah. Saya yakin, kalau diberi tahu, masyarakat juga bisa memahami,” ujarnya.

Komunitas Shalter Utara berencana menyelenggarakan nonton bareng film Maha Guru Tan Malaka di Perpustakaan Kolektif dan Ruang Literasi Alternatif Shelter Utara, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (21/4/2018). Namun panitia penyelenggara mengaku mendapat tekanan dari beberapa pihak yang meminta pemutaran film dokumenter itu dibatalkan.

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, panitia memutuskan untuk membatalkan acara tersebut. Padahal, pemutaran film Tan Malaka sudah mendapat sponsor dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp175 juta. Lebih ironis lagi, Padang adalah tepat kelahiran Tan Malaka.

Pada Sabtu (28/4/2018) mendatang, nonton bareng film yang sama akan kembali diselenggarakan oleh Komunitas Utan Kayu di Jakarta Timur. 

 

(\)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar