Polri Selidiki Kabar 7 Kontainer Berisi Surat Suara yang Sudah Dicoblos

Kamis, 03/01/2019 13:33 WIB
Politikus Partai Demokrat Andi Arief singgung 7 kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos (Foto: Bisnis)

Politikus Partai Demokrat Andi Arief singgung 7 kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos (Foto: Bisnis)

Jakarta, law-justice.co - Badan Reserse Kriminal Polri melakukan penyelidikan soal surat suara Pemilu 2019 sebanyak 7 kontainer sudah tercoblos dan berada di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

"Sudah melakukan kegiatan investigasi sampai dengan saat ini, dan Bapak Kapolri pun sudah memberikan instruksi kepada Kabareskrim, kepada saya, untuk betul-betul melakukan penyelidikan terhadap masalah ini," ujar Kabareskrim Komjen Pol Arief Sulistyanto usai melakukan pertemuan dengan Mendagri Tjahjo Kumolo di Gedung Bareskrim, Jakarta, Kamis (3/1).

Arief Sulistyanto mengatakan menerima informasi tentang masuknya tujuh kontainer surat suara dari China yang sudah dicoblos sejak Rabu (2/1) malam, dan memerintahkan tim siber Bareskrim bergabung dengan Polda Metro Jaya.

Terkait rekaman yang beredar, pihaknya pun telah menerima rekaman dan masih mengidentifikasi pemilik suara dalam rekaman yang beredar tersebut.

Siapa pun yang berkaitan dengan masalah tersebut, ucap Arief, akan dimintai keterangan untuk membuat terang tindak pidana tersebut.

Pihaknya berjanji akan mengungkap pelaku, dari pelaku pertama yang membuat hoaks, pelaku pertama yang mengunggah ke media sosial, sampai pihak yang ikut menyebarkan berita yang ternyata tidak benar.

"Ini harus kita perangi sama-sama seperti yang disampaikan Bapak Mendagri, bahwa proses pemilu yqng akan berlangsung ini harus kita jaga tetap kondusif dan Polri sudah siap untuk melakukan itu," tutur Kabareskrim.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman pada Rabu (2/1) malam hingga Kamis dini hari melakukan pengecekan langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan apakah ada surat suara dalam tujuh kontainer yang sudah tercoblos sebagaimana informasi yang beredar melalui media sosial.

Arief Budiman mengatakan kabar yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Bea dan Cukai serta pengecekan langsung yang dilakukannya bersama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

KPU mendapatkan informasi ada tujuh kontainer surat suara asal China yang sudah tercoblos untuk pasangan capres-cawapres nomor 01 ada di Tanjung Priok sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, setelah itu, pihak KPU melakukan koordinasi dengan Bea dan Cukai, kepolisian maupun pihak terkait lainnya.

(Muhammad Mu'alimin\)
Share:
Tags:


Berita Terkait

Komentar